Surabaya, wartapoint – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menyatakan kesiapan tempur dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Komitmen ini diwujudkan dengan pengerahan ratusan personel dan puluhan armada kapal untuk memastikan keamanan di sepanjang perairan Jawa Timur.
Operasi kemanusiaan yang berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 ini menjadi fokus utama jajaran Ditpolairud guna meminimalisir risiko kecelakaan laut serta gangguan keamanan di wilayah pesisir.
Kekuatan Armada dan Personel
Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Dr. Arman Asmara Syarifuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik rawan mulai dari pesisir selatan hingga ujung timur Pulau Jawa. Untuk mengcover wilayah yang luas tersebut, kekuatan besar diterjunkan secara masif.
”Kami menyiagakan 481 personel yang tersebar dari Kabupaten Pacitan hingga Kabupaten Banyuwangi. Kekuatan ini didukung oleh 53 unit kapal berbagai tipe, mulai dari C1, C2, hingga C3,” terang Kombes Pol Arman.
Tak hanya armada laut, Ditpolairud juga mendapat dukungan tambahan untuk memperkuat pantauan udara dan mobilisasi cepat. “Terdapat satu kapal BKO tipe B dan satu unit helikopter yang siap siaga selama operasi berlangsung,” tambahnya.
Inovasi Kapal Apung Stasioner
Salah satu terobosan penting dalam Operasi Ketupat Semeru tahun ini adalah aktivasi Sektor Pelayanan Kepolisian Perairan dan Udara melalui kapal apung stasioner. Unit ini berfungsi sebagai “kantor polisi apung” yang memberikan respon cepat terhadap kendala teknis di laut.
”Kapal-kapal ini menjadi pusat bantuan jika ada pemudik yang mengalami mesin mati atau gangguan keselamatan pelayaran. Sebanyak 53 kapal operasional kami siap merespons agar tidak terjadi kecelakaan laut bagi para pemudik,” tegas Kombes Pol Arman.
Fokus pengamanan juga diarahkan pada konektivitas antarprovinsi, terutama rute padat seperti Pelabuhan Tanjung Perak menuju Makassar. Saat ini, terdapat 7 pelabuhan internasional dan 25 pelabuhan nasional di Jatim yang masuk dalam pantauan ketat.
Pengawasan Ketat di 18 Objek Wisata Bahari
Selain mengawal jalur mudik, Ditpolairud juga mengantisipasi lonjakan wisatawan di 18 objek wisata bahari di Jawa Timur selama libur lebaran. Tim di lapangan akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat terkait aktivitas di bibir pantai.
Bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), petugas akan memasang batas aman bagi pengunjung yang beraktivitas di air. “Masyarakat dilarang berenang melewati batas meter yang telah ditentukan. Kami ingin memastikan kegembiraan lebaran tidak berubah menjadi duka akibat kelalaian di lokasi wisata,” pungkasnya. (Armand)




