
Surabaya, wartapoint – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan secara optimal oleh Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya untuk memperkuat fondasi kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada Sabtu pagi (14/03/2026), yayasan menggelar Dauroh Ramadhan terpusat yang melibatkan seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan.
Acara yang berlangsung khidmat di ruang utama Masjid Mujahidin ini dihadiri oleh guru dan karyawan dari berbagai jenjang, mulai dari KB/RA, TK, SD Mujahidin 1 dan 2, hingga SMP dan SMA.
Sinergi Menuju Ekosistem Kompetitif
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya, Ustadz H. Muhalimin Mahir, Lc, MA. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan di bawah naungan Mujahidin sangat bergantung pada soliditas antar-unit.
“Sinergi antar-unit adalah kunci. Kita harus menciptakan ekosistem pendidikan yang solid dan kompetitif agar mampu membangkitkan seluruh aspek kecerdasan peserta didik secara komprehensif,” ujar Ustadz Muhalimin.
Inovasi sebagai Wujud Amanah: Menjadi Organisasi Pembelajar
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Bidang Pendidikan (Bidang 3), Ustadz Dr. Suprat, M.Ed, menyampaikan tausiyah inspiratif bertajuk “Menguatkan Amanah Guru dan Karyawan Mujahidin melalui Inovasi Pendidikan”.
Dalam paparannya, Dr. Suprat membedah konsep legendaris dari buku The Fifth Discipline karya Peter Senge. Beliau mengajak seluruh peserta untuk mentransformasi lembaga pendidikan Mujahidin menjadi sebuah Learning Organization (Organisasi Pembelajar).
Lima pilar utama yang ditekankan dalam konsep ini meliputi:
- Personal Mastery: Pengembangan kompetensi individu.
- Mental Models: Keterbukaan cara berpikir.
- Shared Vision: Visi bersama yang kuat.
- Team Learning: Pembelajaran kolektif dalam tim.
- Systems Thinking: Cara berpikir sistemik untuk melihat masa depan lembaga secara utuh.
”Guru dan karyawan bukan sekadar bekerja mencari nafkah, tapi sedang mengemban amanah besar. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kunci agar lembaga-lembaga kita tetap relevan dan dicintai masyarakat,” tegas Dr. Suprat.
Membangun Siklus Kesejahteraan
Salah satu poin menarik yang disampaikan Dr. Suprat adalah korelasi logis antara inovasi dengan tingkat kesejahteraan guru. Beliau memaparkan sebuah “siklus positif” yang harus dibangun bersama:
- Inovasi & Kualitas: Sekolah terus berinovasi memberikan layanan terbaik.
- Kepercayaan Publik: Masyarakat semakin percaya dan mencintai lembaga.
- Kuantitas Siswa: Jumlah peserta didik baru meningkat secara signifikan.
- Kemandirian Finansial: Fondasi keuangan lembaga semakin kokoh.
- Kesejahteraan: Bermuara pada peningkatan kesejahteraan guru dan karyawan.
Penutup
Kegiatan Dauroh ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama. Dengan semangat yang baru, Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya berharap prinsip-prinsip Learning Organization ini dapat segera diimplementasikan di seluruh unit pendidikan demi mewujudkan visi besar mencetak generasi Rabbani yang unggul. (Muhamad Rudi/yupan)





