Saturday, April 18, 2026

Halalbihalal SMAMDA Tower: Merangkul Sejarah, Merajut Kebersamaan demi Masa Depan

Must read

Surabaya, wartapoint – Kesuksesan besar SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya hari ini bukan hadir dari ruang hampa. Di balik gedung-gedung megah dan deretan prestasi nasional, ada jejak pengabdian panjang para pendahulu yang tetap dijaga erat melalui silaturahmi.

​Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti gelaran Halalbihalal SMAMDA yang berlangsung pada Senin (30/3/2026) di Smamda Tower. Acara ini menjadi istimewa karena mempertemukan para guru dan karyawan aktif dengan para tokoh kunci masa lalu: mantan kepala sekolah, mantan guru dan karyawan, komite, hingga alumni.

​Sukses sebagai Hasil Kolektif

​Kepala SMAMDA Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah ini tumbuh besar karena kontribusi seluruh elemen, baik yang saat ini sedang menjabat maupun mereka yang telah meletakkan fondasi di masa lalu.

​“Smamda besar karena beliau-beliau semua. Kami ingin merangkul semua pihak agar bisa bersama-sama menikmati kesuksesan ini. Lebih dari itu, kami memohon saran dan masukan dari para senior agar Smamda semakin maju ke depan,” ungkapnya.

​Nostalgia 1975: Dari 9 Siswa Menuju Ribuan

​Salah satu momen paling menyentuh adalah kehadiran Wahyudi Indrajaya, tokoh legendaris yang mengabdi sejak Smamda pertama kali didirikan pada tahun 1975. Wahyudi mengenang masa-masa awal yang penuh tantangan, di mana Smamda hanya memiliki 9 orang siswa.

​Seiring berjalannya waktu, sekolah ini terus tumbuh. Saat Wahyudi menjabat sebagai Kepala Sekolah pada periode 1988–1999, Smamda mengalami lompatan besar hingga jumlah siswa mencapai 1.200 orang di tiap angkatannya.

​Integritas dan Konsistensi Pemimpin

​Wahyudi Indrajaya berbagi resep sukses yang diterapkan sejak dulu, yang hingga kini masih relevan. Menurutnya, kunci utama bukan sekadar mencari kuantitas, tetapi memberikan nilai tambah yang nyata bagi siswa.

  • Peningkatan SDM: Fokus pada integritas dan kapabilitas guru.
  • Keseimbangan: Menyeimbangkan aspek ibadah dengan prestasi akademik maupun non-akademik.
  • Pengembangan Bakat: Memfasilitasi minat siswa serta penyediaan sarana prasarana yang memadai.

​“Apa yang diraih Smamda saat ini adalah buah dari proses panjang. Jika kerangka dasarnya benar, maka hasilnya akan benar pula. Itulah pentingnya memilih pemimpin yang konsisten dari generasi ke generasi. Jika pemimpinnya benar dan konsisten, maka sekolah akan terus berkembang,” tegas Wahyudi.

​Menjaga Kemuliaan

​Melalui momen Halalbihalal ini, Smamda Surabaya kembali menegaskan jati dirinya sebagai institusi yang tidak melupakan sejarah. Dengan menghargai para pendahulu, sekolah ini optimis dapat terus membangun kemuliaan dan mencetak generasi-generasi unggul di masa mendatang. (Ratna)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article