Surabaya, wartapoint – Halaman Kantor Kecamatan Sambikerep berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat pada Rabu malam (1/4/2026). Keluarga besar Kecamatan Sambikerep menggelar acara Halalbihalal dan Silaturahmi 1447 H guna memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memantapkan sinergi antara warga dengan pemangku kepentingan wilayah.
Kekhusyukan dalam Lantunan Doa
Acara yang dimulai tepat pukul 19.55 WIB ini dibuka dengan pembacaan Ummul Qur’an, disusul lantunan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran oleh Aisyah Hairun Nisa. Suasana semakin khidmat saat Ust. Awi Sukamto memimpin tawasul dan tahlil, mengajak seluruh hadirin merenung dan memanjatkan doa bersama demi keberkahan wilayah Sambikerep.
Pesan Camat: Dari Pengelolaan Sampah hingga Keamanan
Camat Sambikerep, Ibu Iin Trisnoningsih, S.STP., M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para tokoh masyarakat dan ulama. Beliau menitipkan beberapa pesan strategis terkait program kewilayahan:
- Lingkungan: Mengajak warga menggalakkan pemilahan sampah berbasis rumah tangga demi mengurangi beban TPA.
- Keamanan: Menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui siskamling dan kerukunan di pos ronda.
- Kesehatan: Mengimbau warga mendukung petugas BPS dan pendamping PKH yang akan melakukan ground checking data PBI BPJS Kesehatan sepanjang April 2026.
”Kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan adalah modal utama kita membangun Sambikerep yang lebih baik,” tegasnya.
Tausiyah Gus Eeng: Menjaga Keseimbangan Hidup
Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh K.H. Ahmad Rofi’i Mahfud (Gus Eeng). Dengan gaya bahasa yang menyentuh, Gus Eeng mengingatkan jamaah akan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan vertikal (Hablum Minallah) dan horizontal (Hablum Minannas).
Gus Eeng mengibaratkan manusia seperti wayang yang harus menjalankan perannya dengan ikhlas, sementara Allah SWT adalah Sang Dalang. Beliau menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar bertemu, melainkan sarana melapangkan rezeki dan memperpanjang keberkahan hidup.
“Kebahagiaan sejati tidak diukur dari materi, tapi dari ketenangan hati dan kualitas iman kita kepada Sang Pencipta serta kebaikan kita kepada sesama,” pesannya.
Penutup yang Guyub
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung sangat guyub. Dalam suasana lesehan yang sederhana namun akrab, para hadirin menikmati hidangan khas polo pendem dan gulai kambing.
Momen ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan nilai-nilai religius tetap menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Sambikerep dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera.
(Rusyadi Warianto/Anang Dony)




