Lamongan, wartapoint – Semangat kekeluargaan terpancar kuat saat rombongan besar MI Muhammadiyah 25 Surabaya menempuh perjalanan menuju pesisir Lamongan. Mengambil momentum hari Ahad (5/4/2026), kegiatan anjangsana ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk mempererat tali silaturahmi dan mempertebal nilai-nilai spiritualitas di tengah hiruk-pikuk rutinitas.
Perjalanan Penuh Semangat Menuju Brondong
Rombongan bertolak dari Surabaya sejak pukul 07.00 WIB. Destinasi kali ini adalah kediaman Ustadzah Lina di Jalan Pemuda gang 5, Brondong, Lamongan. Kehadiran keluarga besar madrasah disambut hangat oleh tuan rumah, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental sejak awal acara.
Dipandu oleh Ustadzah Ovi Nuranini, rangkaian acara berlangsung dengan khidmat. Keheningan menyelimuti ruangan saat Ustadzah Siti Kunainah melantunkan ayat suci Al-Qur’an, QS Ali Imran ayat 133–136. Ayat-ayat ini menjadi “kompas” bagi seluruh rangkaian kegiatan, mengingatkan tentang ciri-ciri hamba Allah yang bertakwa.
Pesan Mendalam: Menjadi Pribadi yang Pemaaf dan Gemar Berbagi
Dalam sambutannya, Kepala MI Muhammadiyah 25, Ustadz Ferry Rismawan, menekankan pentingnya menginternalisasi pesan dari surah yang dibacakan. Beliau mengajak seluruh guru dan staf untuk menjadikan nilai takwa sebagai pedoman hidup praktis.
“Orang bertakwa bukanlah mereka yang tidak pernah berbuat dosa, melainkan mereka yang segera kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Mari kita pupuk semangat berinfak dalam kondisi apa pun, menahan amarah, dan melapangkan hati untuk memaafkan,” pesannya.
Ia juga menitipkan harapan agar soliditas MI Muhammadiyah 25 tidak hanya terjalin di dunia, tetapi juga menjadi wasilah untuk dipersatukan kembali di surga-Nya kelak.
Kultum dan Doa: Mengasah Akhlak dan Husnuzan
Sisi penguatan karakter semakin diperdalam melalui kultum singkat dari Ustadzah Indah Puji. Ia mengajak hadirin untuk senantiasa mengedepankan sikap husnuzan (berbaik sangka).
- Poin Utama: Memulai kebaikan dari hal sederhana, seperti senyuman tulus sebagai cerminan akhlak muslim yang sejati.
Sebagai penutup yang sempurna, Ustadz Budi memimpin doa bersama. Suasana berubah haru saat doa-doa dipanjatkan, memohon agar silaturahmi ini tercatat sebagai amal jariyah dan membawa keberkahan bagi keluarga besar madrasah serta masyarakat luas.
Refleksi Kegiatan
Anjangsana kali ini membuktikan bahwa MI Muhammadiyah 25 Surabaya tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga serius dalam membangun ekosistem dakwah yang humanis. Melalui kegiatan ini, ukhuwah Islamiyah bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah aksi nyata yang menyemai benih-benih takwa dalam setiap langkah kebersamaan. (Siti Islaha)




