
Surabaya, wartapoint – Hall Al Insyirah Lantai 5 menjadi saksi kreativitas tanpa batas siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada Senin (13/04/2026). Dalam balutan kegiatan Unjuk Karya dan Kreativitas, para siswa mempresentasikan proyek berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai bagian dari rangkaian Ujian Praktik akhir mereka.
Berbeda dengan ujian konvensional, pendekatan STEM ini dirancang untuk menguji tidak hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga ketajaman berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta kerja sama tim di bawah tekanan.
Kolaborasi dan Inovasi di Ruang Kelas
Dalam pelaksanaannya, setiap kelas dibagi menjadi tiga hingga empat kelompok. Tantangannya jelas: menciptakan solusi nyata atas permasalahan sehari-hari melalui inovasi teknologi sederhana.
Proses presentasi pun berlangsung interaktif. Setiap kelompok tidak hanya memamerkan produk akhir, tetapi juga menayangkan video dokumentasi proses pembuatan di hadapan tim penguji. Sesi tanya jawab yang kritis menjadi ajang pembuktian sejauh mana para siswa memahami prinsip kerja alat yang mereka buat.
Deretan Karya Masa Depan
Berbagai produk inovatif berhasil mencuri perhatian penguji dan pengunjung yang hadir. Beberapa di antaranya meliputi:
- Energi Terbarukan: Kincir Air Mini PLTA, Wind Energy Street Light, dan Panel Surya.
- Transportasi & Robotik: Miniatur mobil tenaga surya dan jembatan katrol otomatis.
- Solusi Sanitasi: Tong sampah tanpa sentuh (touchless trash bin) dan sapu elektrik.
- Teknologi Sensor: Atap dengan sensor hujan (roof with rain sensor) dan buzz wire.
Abhim, salah satu siswa, tampil percaya diri saat menjelaskan cara kerja tong sampah otomatis miliknya. “Alat ini menggunakan sensor inframerah. Jadi kita tidak perlu menyentuh tutupnya untuk membuang sampah, lebih higienis dan modern,” paparnya dengan antusias.
Bekal Menuju Jenjang Berikutnya
Guru kelas 6, Azizah, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para siswa yang mampu melampaui ekspektasi.
”Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan kreativitas luar biasa. Mereka tidak hanya sekadar membuat barang, tapi paham betul proses ilmiah dan manfaat praktis dari produk tersebut,” ungkap Azizah.
Selain melatih kemampuan teknis, kegiatan ini menjadi wadah pengasahan soft skills yang krusial, seperti public speaking dan kepemimpinan. Sekolah berharap, pengalaman ini menjadi fondasi bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi inovator yang cerdas dan berakhlak mulia di masa depan. (Desy K)





