Surabaya, wartapoint – Semangat pemberdayaan berbasis komunitas kembali menggeliat di tengah pemukiman padat penduduk Kota Surabaya. Sebanyak 13 mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya yang tergabung dalam Kelompok B Kuliah Kerja Nyata (KKN), melakukan kunjungan strategis ke wilayah RT 6 RW 3, Kampung Dupak Bandarejo II, Sabtu (9/5/2026).
Kunjungan yang dikomandani oleh Ruth Riyani ini bertujuan untuk melakukan survei mendalam serta sinkronisasi program kerja mahasiswa dengan potensi lokal yang telah berjalan. Didampingi oleh pengurus Kader Surabaya Hebat (KSH), para mahasiswa berdialog langsung dengan pengurus PKK dan tokoh masyarakat setempat di Pos RT 6.
Eksistensi Program Mandiri
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi, wilayah RT 6 Dupak Bandarejo tercatat memiliki fundamental kegiatan sosial yang kuat. Masyarakat setempat telah konsisten menjalankan berbagai inisiatif mandiri, mulai dari pengelolaan bank sampah, inovasi daur ulang, hingga gerakan filantropi lokal seperti Jimpitan Dhuha dan program Jumat Berkah.
Ketua RT 6 RW 3, H. Sutikno, S.Sos., M.H., menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran akademisi di tengah masyarakat dapat menjadi katalisator bagi efektivitas program yang sudah ada.
”Kami mengapresiasi semangat para mahasiswa UWK yang terjun langsung ke lapangan. Harapan kami, kehadiran rekan-rekan mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan tugas kampus, tetapi mampu memberikan sentuhan inovasi teknis agar program seperti bank sampah dan kegiatan sosial kami lebih terorganisir dan memiliki dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga,” ujar Sutikno.
Sinergi Akademisi dan Warga
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK RT 6 RW 3, Hj. Nur Wahyu Widayati, S.E., menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, terutama bagi kaum perempuan dan penggerak ekonomi rumah tangga di kampung tersebut.
”Ibu-ibu PKK di sini sangat aktif. Dengan adanya kolaborasi bersama mahasiswa, kami berharap ada transfer pengetahuan baru, mungkin dalam hal pemasaran produk daur ulang atau manajemen kegiatan yang lebih modern. Kami ingin Dupak Bandarejo II menjadi kampung yang mandiri secara sosial dan ekonomi,” tutur Nur Wahyu.
Sementara itu, koordinator mahasiswa, Ruth Riyani, menyatakan bahwa Kelompok B berkomitmen untuk menyusun program yang relevan dengan kebutuhan warga.
”Data yang kami peroleh hari ini menjadi fondasi bagi kami untuk merancang aksi nyata selama masa KKN. Kami melihat potensi partisipasi warga di RT 6 sangat luar biasa, dan itulah modal utama pembangunan wilayah,” pungkasnya.
Kegiatan survei ini menjadi langkah awal dari rangkaian program KKN mahasiswa UWK di wilayah tersebut, yang diharapkan mampu menciptakan harmoni antara teori akademis dan realitas kebutuhan masyarakat perkotaan. (yupan)





