Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, May 13, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Uji Nyali dan Literasi Global lewat Kompetisi “Spelling Bee” di Surabaya

Must read

Surabaya, wartapoint – Atmosfer ketegangan menyelimuti aula SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya, Senin (11/5/2026). Di tengah keheningan, satu per satu siswa melangkah ke depan mikrofon, mengeja alfabet Inggris dengan presisi untuk menaklukkan deretan kata sulit dalam ajang tahunan Spelling Bee Competition.

​Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dari International Class Program (ICP) ini bukan sekadar ajang adu kecerdasan linguistik. Lebih dari itu, kompetisi ini dirancang sebagai laboratorium mental untuk menguji keberanian berbicara di depan publik (public speaking) serta kesiapan siswa dalam berinteraksi di level global.

Membangun Kepercayaan Diri

​Koordinator ICP SD M26, Bela Ikrimah, menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah transformasi karakter peserta. Bahasa Inggris tidak lagi diposisikan sebagai subjek hafalan di dalam kelas, melainkan sebagai instrumen komunikasi yang aktif.

​”Kami ingin memfasilitasi siswa untuk mengasah kemampuan speaking. Ini adalah wadah untuk membangun rasa percaya diri agar mereka terbiasa menggunakan bahasa Inggris di mana pun mereka berada,” ujar Bela.

​Melalui kompetisi ini, siswa dipaksa untuk melampaui batas zona nyaman mereka. Kemampuan berpikir cepat di bawah tekanan menjadi poin utama yang ingin ditanamkan sejak dini.

Drama 120 Detik di Babak Final

​Intensitas kompetisi memuncak saat memasuki babak final yang menyaring tiga finalis terbaik dari masing-masing jenjang kelas. Pada babak penentuan atau Round 3, para peserta dihadapkan pada tantangan yang menguras konsentrasi: mengeja 10 kata sulit dalam durasi waktu hanya 120 detik.

​Ketegangan tersebut dirasakan nyata oleh para peserta, termasuk siswa di jenjang kelas rendah. “Deg-degan banget, tapi aku senang sekali bisa sampai ke babak final,” ungkap salah satu siswa kelas 2 yang berhasil melaju hingga babak pamungkas.

​Keberhasilan mengeja kata terakhir di detik-detik penutup seringkali disambut riuh sorak-sorai penonton, menandakan tingginya antusiasme dukungan dari sesama siswa.

Sportivitas dan Mentalitas Juara

​Di balik perebutan trofi dan gelar juara, esensi kompetisi ini tetap berpijak pada penanaman nilai sportivitas. Ketua Pelaksana, Isham Taufiqi, mengapresiasi daya juang seluruh peserta yang telah berani tampil.

​”Alhamdulillah, tahun ini luar biasa. Selamat kepada para juara. Bagi yang belum, jalan masih panjang dan kesempatan terbuka lebar tahun depan. Teruslah berprestasi,” pesan Isham.

​Melalui agenda rutin seperti ini, SD Muhammadiyah 26 Surabaya berupaya menghapus stigma bahwa bahasa Inggris adalah momok yang menakutkan. Sebaliknya, penguasaan bahasa internasional ini dijadikan sebagai jembatan bagi siswa untuk menaklukkan tantangan dunia di masa depan. (Tina/Diah)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article