Surabaya, wartapoint — Suasana khidmat menyelimuti Hall Lantai 3 Kampus 2 SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Rabu (13/5/2026) pagi. Sebanyak 50 siswa dari berbagai jenjang kelas berkumpul dengan satu tujuan: mempertanggungjawabkan hafalan Al-Qur’an mereka dalam tajuk Seleksi Wisuda Tahfidz 2026.
Kegiatan ini merupakan gerbang penentu bagi para siswa sebelum mereka dikukuhkan pada prosesi Wisuda Tahfidz yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026 mendatang. Sebelumnya, sekolah yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya ini juga telah sukses menggelar uji publik melalui Tasmi’ Al-Qur’an 1 Juz pada Sabtu (9/5/2026) lalu.
Membangun Budaya Murajaah
Rangkaian seleksi dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sebelum berhadapan dengan penguji, seluruh peserta mengikuti sesi murajaah (mengulang hafalan) bersama yang dipandu oleh Ustaz Madrus, S.Pd.I. Suara lantun ayat suci menggema secara kolektif, menciptakan atmosfer spiritual yang kental di dalam ruangan.
Kepala Urusan Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), Taufik, S.Sos.I, menjelaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar rutinitas formalitas.
“Kegiatan ini adalah upaya sistematis sekolah untuk memastikan dan menjaga kualitas hafalan para calon wisudawan. Kami ingin memastikan bahwa apa yang mereka hafalkan benar-benar terjaga kualitas tajwid dan kelancarannya,” ujar Taufik.
Menanamkan Nilai di Masa Emas
Dukungan moral juga datang dari pimpinan sekolah. Wakil Kepala Sekolah, Ida Afifah, S.Pd, menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an di usia dini adalah investasi karakter yang tak ternilai. Menurutnya, motivasi intrinsik yang ditunjukkan siswa menjadi bukti keberhasilan pendidikan agama di sekolah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Seleksi, Abdul Mujib, S.Ag, mengingatkan para siswa bahwa mereka berada di “masa emas” untuk belajar.
”Kalian adalah anak-anak pilihan yang mau mendedikasikan waktu untuk Al-Qur’an. Kami bangga melihat semangat ini tumbuh sejak dini,” ungkap Mujib dalam sambutannya.
Uji Kelancaran dan Tajwid
Proses seleksi dilakukan secara ketat di empat ruang berbeda untuk menjaga fokus pengujian. Empat munaqisy (penguji) yang berkompeten dikerahkan, yakni:
- Ruang A: Ustaz Amri, M.Pd.I
- Ruang B: Ustaz Iskandar, S.Psi
- Ruang C: Abdul Mujib, S.Ag
- Ruang D: Madrus, S.Pd.I
Setiap peserta diuji dalam tiga aspek utama: kelancaran hafalan (fashahah), ketepatan bacaan, serta pemahaman kaidah tajwid.
Ketegangan sempat mewarnai wajah-wajah peserta, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengikuti seleksi. Muhammad Alby, siswa kelas IV, mengaku cukup gugup meski telah bersiap maksimal. Di sisi lain, siswa kelas VI, Sulaiman Keisuke, tampak lebih tenang dan optimis.
”Bismillah, saya optimistis bisa lulus seleksi ini,” kata Sulaiman singkat sebelum memasuki ruang ujian.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.30 WIB ini menjadi bukti nyata komitmen SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam kurikulum sekolah. Tidak sekadar mengejar kuantitas hafalan, sekolah ini terus berupaya mencetak generasi yang memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an sebagai fondasi karakter di masa depan.
(Ahmad Mahmudi)





