Bukan Sekadar Arisan, SD Musix Ubah Pertemuan Jadi Momentum Menata Hati

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Agenda rutin arisan keluarga besar Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) tidak sekadar menjadi ajang kumpul keluarga. Pertemuan berkala tersebut kini bertransformasi menjadi ruang penguatan nilai spiritual dan refleksi batin bagi seluruh tenaga pendidik dan karyawan.

​Hal itu tecermin dalam kegiatan silaturahmi yang digelar di kediaman Kepala Urusan Sarana dan Prasarana SD Musix, Darmaji, S.Pd., pada Minggu (17/5/2026). Selain dihadiri oleh jajaran manajemen sekolah yang dipimpin oleh Kepala SD Musix Munahar, S.H.I., M.Pd., pertemuan ini juga melibatkan seluruh guru, karyawan, beserta keluarga mereka.

​Berbeda dengan arisan pada umumnya, momentum kali ini dirangkaikan dengan kajian keislaman mendalam bertema Qolbun Salim (Hati yang Sehat). Materi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Timur, Ustaz Afifun Nidhom, S.Ag., M.Pd., M.H.

​Mengenal Tiga Kondisi Batin

​Dalam pemaparannya, Ustaz Afifun mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kondisi batin masing-masing melalui klasifikasi tiga jenis hati: qolbun salim (hati yang sehat), qolbun saqim (hati yang sakit), dan qolbun mayyit (hati yang mati).

​Ia menjelaskan bahwa qolbun salim merupakan kondisi ideal yang harus dicapai setiap Muslim. Kondisi ini ditandai dengan bersihnya jiwa dari penyakit batin seperti iri, sombong, dan riya, serta adanya kedekatan spiritual yang konsisten dengan Sang Pencipta melalui zikir dan tawakal.

“Sebaliknya, qolbun saqim adalah hati yang mulai digerogoti penyakit batin dan kecintaan berlebihan pada dunia. Sementara qolbun mayyit adalah kondisi paling berbahaya, di mana hati telah sepenuhnya tertutup dari cahaya kebenaran,” ujar Ustaz Afifun.

​Ia mengingatkan bahwa penurunan kualitas hati sering kali terjadi tanpa disadari, namun dampaknya sangat besar terhadap perilaku sehari-hari. Guna mempertegas hal tersebut, Ustaz Afifun menyitir Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 10:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.”

​Lebih lanjut, pendidik dan staf SD Musix juga diingatkan untuk bijak dalam menyikapi gemerlap duniawi. Merujuk pada Surah Thaha ayat 131, Ustaz Afifun menekankan bahwa kenikmatan dunia hanyalah instrumen ujian, sementara karunia di sisi Allah jauh lebih baik dan bersifat kekal.

​Refleksi dan Keseimbangan Spiritual

​Suasana kajian berlangsung khusyuk saat Ustaz Afifun mengajak peserta meneladani keteguhan tokoh pergerakan Islam, KH Mas Mansyur. Meski harus mendekam di penjara kolonial dan mengalami penderitaan fisik yang berat, keteguhan Mas Mansyur tidak goyah karena ditopang oleh hati yang bersih dan keyakinan yang kokoh.

​Kisah tersebut menjadi pemantik bagi para guru dan karyawan untuk berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan dan mengevaluasi kesehatan mental serta spiritual mereka.

​Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah menaruh perhatian besar pada keseimbangan antara profesionalisme kerja dan penguatan karakter spiritual.

​“Kami ingin keluarga besar SD Musix tidak hanya unggul secara akademik dan performa kerja, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual serta ukhuwah (persaudaraan) yang kokoh,” kata Munahar.

​Melalui pendekatan ini, SD Musix berupaya membuktikan bahwa institusi pendidikan harus mampu mengintegrasikan tugas-tugas formal dengan ruang-ruang humanis yang menguatkan keimanan ke dalam kehidupan sehari-hari. (Basirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article