Kediri, wartapoint – Pelataran Masjid Jami’ Imam Baidhowi di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, tampak riuh pada Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 33 siswa dari SD Muhammadiyah 10 Surabaya berkumpul, memandangi setiap sudut bangunan megah yang arsitekturnya dirancang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Kehadiran para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler English Study Club (ESC) ini merupakan bagian dari kegiatan edukatif bertajuk ESC Mumtas Goes to HEC 1. Program ini mengombinasikan pembelajaran bahasa asing dengan wisata religi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sejak dini.
Dari Kampung Inggris Menuju Wisata Religi
Perjalanan edukasi ini dimulai dari gerbang Happy English Course 1 (HEC 1) yang berlokasi di Jalan Langkat, Singgahan, Pare, Kediri. Di tempat tersebut, para siswa disambut dengan metode pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif bersama para tutor lokal Kampung Inggris.
Usai mengasah kemampuan linguistik, rombongan bertolak menuju destinasi utama berikutnya, yaitu Masjid Jami’ Imam Baidhowi di Desa Langenharjo.
Masjid yang diresmikan pada September 2023 tersebut saat ini tengah populer sebagai destinasi wisata religi di Jawa Timur. Banyak peziarah dan wisatawan menjulukinya sebagai “Masjid Nabawi-nya Kediri” karena replika desainnya yang mendekati rumah ibadah suci di Madinah tersebut.
Replika Otentik Madinah dan Fasilitas Ramah Anak
Saat memasuki area masjid, para siswa disambut dengan kubah hijau yang menjulang tinggi, menara megah, interior karpet yang khas, hingga payung-payung raksasa di halaman yang dapat membuka dan menutup secara otomatis menggunakan kendali jarak jauh (remote control).
Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Takmir Masjid, Abdul Aziz, mengajak para siswa berkeliling area lantai satu, lantai dua, hingga halaman luas yang ditanami pohon kurma.
“MasyaAllah… seperti di Madinah,” ujar beberapa siswa saat menyaksikan payung-payung besar di pelataran masjid mulai mengembang.
Tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur islami, kawasan ekosistem masjid ini juga didesain ramah keluarga dan pelajar. Pengelola menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wahana All-Terrain Vehicle (ATV), hingga fasilitas kolam renang yang langsung dimanfaatkan para siswa untuk melepas penat di tengah cuaca terik wilayah Pare.
Menyelaraskan Ilmu Dunia dan Spiritual
Di balik keseruan aktivitas fisik tersebut, pihak sekolah menegaskan ada misi mendalam yang ingin disampaikan. Perjalanan ke Kampung Inggris Pare dan Masjid Imam Baidhowi ini dirancang untuk menunjukkan kepada siswa bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan kematangan iman harus berjalan beriringan.
Melalui kunjungan ini, guru pendamping SD Muhammadiyah 10 Surabaya berharap dapat membiasakan anak-anak lebih dekat dengan tempat ibadah. Lebih dari itu, pengalaman visual melihat replika ini diharapkan mampu memantik mimpi besar para peserta didik agar suatu saat nanti dapat menginjakkan kaki langsung di Masjid Nabawi yang sesungguhnya di Tanah Suci. (Afuw)





