Sentuhan Baret Merah di Panti Nur Maghfiroh: Dari Atap Bocor hingga Hak Sipil Anak

Must read

- Advertisement -

Sukoharjo, wartapoint – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh korps pasukan elite TNI Angkatan Darat. Melalui program Bakti TNI, Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura melakukan aksi nyata dengan merehabilitasi bangunan Panti Asuhan Nur Maghfiroh yang terletak di kawasan Tegal Kaputren, Pajang, Laweyan, Solo.

​Tidak hanya melakukan perbaikan fisik bangunan, pasukan baret merah ini juga melangkah lebih jauh dengan memfasilitasi penerbitan akta kelahiran bagi anak-anak penghuni panti yang selama ini belum memiliki dokumen kependudukan resmi.

​Program sosial yang berlangsung selama sepekan tersebut resmi diserahterimakan pada Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Surakarta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi anak-anak telantar.

​Menjawab Kesulitan Rakyat

​Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Yanuar Setiaga, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan pengejawantahan dari instruksi berjenjang, mulai dari Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Panglima TNI, hingga menyelaraskan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat. Kolaborasi dengan Pemkot Surakarta dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Melalui renovasi ini, kita berharap anak-anak panti bisa lebih nyaman, lebih semangat belajar, dan optimis dalam meraih cita-citanya,” ujar Yanuar.

​Sebelum tersentuh program rehabilitasi, kondisi Panti Asuhan Nur Maghfiroh terbilang memprihatinkan. Bangunan yang menjadi rumah bagi 20 anak laki-laki tersebut didirikan sejak tahun 1950 dan belum pernah mendapatkan perbaikan skala besar. Akibatnya, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Solo, kebocoran menjadi persoalan menahun yang harus dihadapi para penghuni.

​Pengasuh panti, Makmun Amin, menuturkan bahwa kebocoran terjadi di hampir seluruh ruangan vital, termasuk kamar tidur dan area yang biasa digunakan anak-anak untuk belajar. Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas harian dan kenyamanan anak-anak panti.

​Berganti Wajah dalam Sepekan

​Bergerak cepat, prajurit Kopassus hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk mengubah wajah panti asuhan tersebut menjadi tempat tinggal yang jauh lebih layak.

​Cakup perbaikan yang dilakukan meliputi:

  • ​Perbaikan Atap: Mengganti struktur dan material bangunan yang telah lapuk dimakan usia demi mengatasi kebocoran.
  • ​Penyegaran Bangunan: Pengecatan ulang seluruh dinding luar dan dalam guna memberikan suasana baru yang lebih cerah.
  • ​Sanitasi dan Fasilitas: Pembersihan massal dan penataan ulang fasilitas panti agar lebih higienis.

​Selain membenahi infrastruktur, Grup 2 Kopassus juga menyalurkan bantuan logistik penunjang untuk memenuhi kebutuhan harian anak-anak panti. Bantuan yang diserahkan meliputi 22 unit kasur lengkap dengan sprei, serta perlengkapan ibadah berupa 20 mushaf Al-Qur’an, 20 peci, dan 20 sajadah.

​Menjamin Hak Sipil Anak

​Langkah humanis Grup 2 Kopassus tidak berhenti pada pembangunan fisik. Menyadari pentingnya legalitas hukum bagi masa depan anak-anak, Kopassus menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surakarta untuk menerbitkan akta kelahiran.

Informasi Penerbitan Akta KelahiranDetail Keterangan
Jumlah Anak4 anak balita (usia 6 bulan hingga 1,5 tahun)
MekanismePengurusan melalui Kartu Keluarga (KK) induk pengurus panti
Sistem PelayananJemput bola langsung ke lokasi oleh Dispendukcapil

Kepala Dispendukcapil Surakarta, Agung Hendratmo, menegaskan bahwa dokumen kependudukan seperti akta kelahiran adalah hak mutlak setiap warga negara. Dokumen ini menjadi kunci utama bagi anak-anak untuk mengakses kedinasan publik di masa depan.

​”Akta kelahiran ini sangat diperlukan untuk akses sekolah dan bantuan sosial. Sepanjang ada permintaan dari panti asuhan, kami akan langsung fasilitasi secara jemput bola,” kata Agung.

​Aksi komprehensif yang diinisiasi oleh Grup 2 Kopassus ini pun menuai banyak apresiasi. Kolaborasi ini dinilai berhasil menyentuh dua aspek krusial sekaligus: memberikan tempat bernaung yang aman dan nyaman, serta memastikan negara hadir untuk menjamin hak sipil serta masa depan anak-anak panti asuhan.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article