Sidoarjo, wartapoint – Mendukung program pemerintah dalam memerangi peredaran gelap narkotika, lembaga rehabilitasi narkoba Omah Sehat Bersinar menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung di Aula M.D. Arifin ini di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Jawa Timur. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari, sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 100 warga binaan.
Pihak penyelenggara menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor untuk memberikan materi edukasi yang komprehensif, mulai dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba, aspek hukum, proses rehabilitasi, hingga pendampingan psikologis.
Tren Baru dan Modus yang Kian Kompleks
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba harus terus digaungkan tanpa henti, khususnya kepada para warga binaan. Hal ini dikarenakan pola peredaran narkoba saat ini kian kompleks dengan memanfaatkan teknologi dan tren gaya hidup baru.
“Kehadiran pemerhati narkoba Omah Sehat Bersinar ini justru menjadi palang pintu untuk kita bersama-sama mengedukasi risiko bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi sekarang trennya sudah mulai berkembang, salah satunya dalam bentuk vape (rokok elektronik),” ujar Sohibur.
Sohibur juga mengungkapkan data keprihatinan terkait lonjakan jumlah narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas I Surabaya. Sebagai lapas rujukan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur, grafik penghuni kasus narkotika terus merangkak naik.
“Jumlahnya meningkat. Sebelumnya, sekitar tiga bulan yang lalu, jumlah narapidana narkoba berada di angka 800-an. Namun hari ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1.100 warga binaan,” jelasnya.
Melihat lonjakan tersebut, Sohibur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pihak berwenang, keluarga, serta lembaga pemerhati narkoba guna menekan angka penyalahgunaan secara efektif.
“Penting sekali membangun kesadaran diri untuk menjauhi narkoba serta membentuk pola hidup sehat dan positif. Untuk menciptakan itu, perlu kolaborasi antarpihak,” tegas Kalapas.
Edukasi Multidimensi: Dari Hukum hingga Hypnotherapy
Dalam sosialisasi ini, Tim Omah Sehat Bersinar yang dipimpin langsung oleh sang ketua, Farita Sari Dewianti, membawa para pakar di bidangnya untuk memberikan materi yang berbobot.
Berikut adalah para pakar dan fokus materi yang disampaikan kepada warga binaan:
- Pencegahan & Regulasi: Lukman Hakim dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya.
- Aspek Hukum: Rr. Adinda Dwi Inggardiah, S.H., M.H. dan Kholisin Susanto, S.H. (Yayasan Omah Sehat Bersinar).
- Pemulihan & Pendampingan: Alexander Tanadi selaku konselor adiksi.
- Kesehatan Mental: Saiful Bahri yang memberikan sesi khusus hypnotherapy untuk penguatan psikologis warga binaan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Omah Sehat Bersinar, Farita Sari Dewianti, menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung upaya rehabilitasi bagi para pengguna narkoba agar mereka siap kembali ke masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai fasilitas penanganan yang inklusif untuk memfasilitasi pemulihan para korban ketergantungan obat terlarang.
“Rehabilitasi Omah Sehat Bersinar melayani rawat inap maupun rawat jalan. Kami juga membuka layanan edukasi, konseling, serta klinik psikologi,” pungkas Farita. (Armand)





