Surabaya, wartapoint – Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), Ustaz Munahar, S.H.I., M.Pd., memberikan pembekalan rohani yang mendalam bagi ratusan siswa kelas 6 sebelum bertolak menuju lokasi rekreasi perpisahan di Pasuruan, Sabtu (6/6/2026).
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kelulusan sekolah dasar merupakan awal dari anak tangga kehidupan yang baru.
“Anak-anak, setelah lulus dari SD Musix ini, kalian ibarat sedang menaiki tangga. Masuk ke jenjang SMP adalah langkah pertama kalian. Semakin tinggi tangga yang kalian pijak, harus semakin baik pula ilmu yang dimiliki, dan tentu harus selalu diiringi dengan akhlak yang mulia,” tutur Munahar di hadapan para siswa yang bersiap masuk ke dalam bus pariwisata.
Larangan Berlebih-lebihan dalam Segala Hal
Di tengah antusiasme siswa yang hendak berwisata menuju destinasi tubing river dan Sebani Water Park, Ustaz Munahar juga menyelipkan pesan moral bernada teduh. Beliau menyitir Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 31 mengenai larangan berperilaku berlebihan.
Beliau berpesan agar para siswa mampu mengontrol diri, baik dalam ucapan maupun perbuatan, bahkan saat sedang bermain sekalipun.
“Bicara jangan berlebihan, bermain juga jangan berlebihan. Bahkan, saat kalian bermain bola pun, harus tetap memperhatikan dan menjaga kenyamanan orang lain di sekitar,” tegasnya.
Mencetak ‘Pendekar’ Masa Depan yang Berakhlak
Pendidikan di SD Musix tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis, melainkan juga kematangan karakter. Munahar berharap, kelak para alumni dapat tumbuh menjadi pakar atau ahli yang unggul di bidangnya masing-masing tanpa menanggalkan identitas keislamannya.
“Jadilah pendekar di bidang masing-masing. Ada yang menjadi pendekar di bidang kedokteran, pendekar pengusaha, pendekar teknologi, dan profesi lainnya, tetapi ingat, semuanya harus tetap berakhlak mulia,” imbuhnya memotivasi.
Suasana pemberangkatan pagi itu berjalan dengan sangat tertib. Guru kelas 6, Khusnul Khotimah, S.Pd., bersama tim pendamping sigap mengondisikan seluruh peserta sejak pagi hari. Rombongan akhirnya bertolak menggunakan dua armada bus pariwisata dengan iringan doa agar perjalanan tersebut membawa kemanfaatan yang besar bagi masa depan para siswa.
(Basirun)





