Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Pengajian Akbar Peringatan 1 Muharram, SMAMSA Surabaya Perkuat Kolaborasi Guru dan Wali Murid dalam Mencetak Generasi Penerus

Must read

Surabaya, wartapoint – Menyambut momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Komite Sekolah bersama SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) menggelar Pengajian Akbar pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh guru, wali murid, serta keluarga besar sekolah sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi penerus.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu siswi SMA Muhammadiyah 1 Surabaya. Suasana khidmat kemudian berlanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia, Nur Fitriah, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, Nur Fitriah menjelaskan bahwa pengajian akbar tersebut diselenggarakan untuk membangun kolaborasi yang lebih erat antara guru dan wali murid. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga.

“Saya berharap dengan acara pengajian ini dapat membangun sinergi dan kolaborasi antara guru dan wali murid untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, guru dan jajaran komite sekolah berharap terjalin dukungan yang lebih kuat dari wali murid dalam membentuk karakter peserta didik. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencetak generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal akhlak dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Pengajian akbar kali ini menghadirkan Prof. Benny Prasetyo, S.Th.I., M.Pd.I., Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Jawa Timur, sebagai pembicara utama. Dalam materinya, ia menegaskan bahwa upaya mencetak generasi penerus peradaban memerlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk tenaga pendidik di sekolah dan orang tua di rumah.

Menurut Prof. Benny, konsep hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan cara berpikir dan peningkatan kualitas spiritual. Semangat hijrah, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun peradaban yang lebih baik melalui generasi yang bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia.

Ia mencontohkan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang penuh tantangan. Dari peristiwa tersebut, terdapat pelajaran bahwa keberhasilan dalam membangun generasi unggul membutuhkan usaha yang besar dan berkelanjutan.

“Apabila kita ingin menciptakan generasi yang cemerlang, maka usaha yang harus kita kerahkan juga harus sangat besar. Guru dan wali murid harus bekerja sama dalam membentuk karakter siswa demi menciptakan masa depan yang cemerlang,” jelasnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, Yulianto, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai pengajian akbar menjadi sarana yang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan visi antara sekolah dan wali murid.

“Mudah-mudahan dengan Pengajian Akbar ini, setelah pulang dari sini kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, wawasan, dan hal-hal yang berdampak positif bagi kehidupan kita ke depan,” kata Yulianto.

Antusiasme juga datang dari para wali murid yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang wali murid mengaku memperoleh banyak ilmu dan wawasan yang dapat menjadi bekal dalam mendidik anak.

“Acara ini memberikan banyak ilmu dan wawasan. Saya berharap materi yang diperoleh dapat menjadi pedoman dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan salehah serta sukses dunia dan akhirat. Semoga ke depan siswa-siswi SMAMSA semakin bertambah dan mampu menjadi generasi terbaik,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pengajian akbar ini juga menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diharapkan mampu meningkatkan semangat kolaborasi antara guru dan wali murid dalam mendampingi proses pendidikan anak.

Nurul Hidayah mengatakan bahwa momentum 1 Muharram menjadi kesempatan untuk membuka lembaran baru dan melakukan perbaikan diri. Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan dalam peningkatan kerja sama antara sekolah dan keluarga serta mendorong siswa untuk lebih giat beribadah.

“Untuk memperingati 1 Muharram yang merupakan bulan istimewa, saya berharap kolaborasi antara guru, wali murid, dan siswa semakin meningkat. Motivasi siswa dalam beribadah dan menjalankan kewajiban sebagai muslim juga perlu terus ditingkatkan. Jika semangat beribadah dan mengejar akhirat meningkat, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti,” ujarnya.

Pengajian akbar ini mendapat respons positif dari guru maupun wali murid. Selain menambah wawasan mengenai pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua demi mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan produktif.

(Meilina Mouza)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article