Jiaxing & Suzhou, wartapoint – Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Magister Inovasi Sistem dan Teknologi (MIST), Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Nuswanggono, telah menyelesaikan rangkaian Kunjungan Industri Internasional ke China pada 23–31 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas Mata Kuliah Pengembangan Proyek Inovasi, sekaligus menjadi pengalaman akademik, industri, budaya, dan spiritual yang sangat berkesan.
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi perjalanan akademik ke luar negeri, tetapi juga menjadi ruang belajar langsung untuk memahami bagaimana teknologi diuji, dikembangkan, dan diterapkan dalam dunia industri modern. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menggali problem nyata di masyarakat maupun industri, kemudian merumuskannya menjadi peluang inovasi yang relevan, aplikatif, dan berdampak.
Melirik Sisi Megah Industri: Pengujian Ekstrem Transformator di Jiaxing dan Suzhou
Perjalanan dimulai pada 23 Mei 2026 dari Bandara Internasional Juanda menuju Singapura, kemudian dilanjutkan ke Shanghai. Pada 24 Mei 2026, perjalanan diteruskan menuju Kota Jiaxing, sebuah kota yang terletak strategis sekitar 100 kilometer dari Shanghai. Setibanya di Jiaxing, Nuswanggono melakukan check-in di Hotel Hilton Jiaxing, kemudian melanjutkan agenda ke Masjid Jiaxing untuk melaksanakan salat Dzuhur dan Ashar.
Agenda utama kunjungan industri dimulai pada 25 Mei 2026 di Laboratorium Fang Yuan Electric, Jiaxing. Di laboratorium ini, Nuswanggono berkesempatan melihat langsung fasilitas pengujian transformator serta mengikuti proses pengujian karakteristik dan dielektrik transformator. Pengujian ini menjadi bagian penting untuk memastikan transformator memiliki performa, keamanan isolasi, dan keandalan teknis sebelum digunakan dalam sistem kelistrikan.
Pada 26 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan temperature rise test pada transformator. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kenaikan temperatur transformator ketika bekerja dalam kondisi operasi tertentu. Dari proses ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana aspek keselamatan, efisiensi, dan ketahanan termal menjadi faktor penting dalam desain dan penggunaan transformator industri.
Puncak pengujian teknis di Jiaxing berlangsung pada 27 Mei 2026, ketika Nuswanggono mengikuti proses short circuit withstand test atau pengujian ketahanan transformator terhadap kondisi hubung singkat. Uji hubung singkat merupakan salah satu pengujian paling ekstrem dan krusial bagi transformator daya karena mensimulasikan beban kejut mekanis dan termal yang sangat besar. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan transformator mampu bertahan dalam kondisi gangguan berat sebelum dioperasikan pada jaringan listrik utama.
Pada 28 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi hasil pengujian short circuit transformator. Tahap verifikasi ini menjadi proses penting untuk memastikan bahwa transformator tetap memenuhi standar teknis, keselamatan, dan keandalan setelah melalui pengujian ekstrem.
Tidak berhenti di Jiaxing, pada 29 Mei 2026 kunjungan industri berlanjut ke laboratorium di Suzhou. Perjalanan menuju Suzhou dilakukan dengan menggunakan high-speed train, moda transportasi cepat yang menjadi salah satu kebanggaan China. Dalam waktu sekitar satu jam, mahasiswa tiba di pusat pengujian yang berfokus pada transformator jenis kering atau dry-type transformer.
Di Suzhou, perhatian diarahkan pada aspek ketahanan lingkungan dan keselamatan. Nuswanggono melihat fasilitas climate test, environment test, dan fire test, kemudian mengikuti proses fire test pada transformator kering. Pengujian ini memberikan pemahaman penting bahwa transformator tidak hanya dituntut memiliki performa listrik yang baik, tetapi juga harus aman terhadap risiko kebakaran, tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem, dan sesuai dengan kebutuhan infrastruktur modern.
Harmoni Budaya: Merayakan Idul Adha di Negeri Tirai Bambu
Di tengah padatnya agenda industri dan laboratorium, kunjungan ini juga menyimpan pengalaman spiritual yang mendalam. Nuswanggono berkesempatan mengunjungi Masjid Jiaxing, sebuah masjid bersejarah yang disebut telah berdiri sejak tahun 1602 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Wanli dari Dinasti Ming.
Keberadaan masjid tersebut memberikan kesan tersendiri karena memperlihatkan harmoni antara arsitektur Tiongkok klasik dan nilai-nilai Islam. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa China bukan hanya pusat industri dan teknologi, tetapi juga memiliki jejak panjang peradaban, budaya, dan kehidupan keagamaan yang beragam.
Momen paling berkesan terjadi pada 27 Mei 2026, ketika Nuswanggono melaksanakan Salat Idul Adha bersama jamaah muslim Kota Jiaxing di Jiaxing Convention Hall. Di tengah kota industri modern, suasana Idul Adha terasa hangat dan penuh persaudaraan. Bersama jamaah lokal dan ekspatriat dari berbagai negara, pengalaman ini menjadi refleksi tentang kuatnya ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas bahasa, bangsa, dan budaya.
Membaca Problem Industri, Menggali Peluang Inovasi
Sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Pengembangan Proyek Inovasi, kunjungan ini memiliki makna strategis bagi mahasiswa MIST UMSIDA. Nuswanggono tidak hanya hadir sebagai peserta kunjungan industri, tetapi juga sebagai pembelajar yang dituntut mampu mengamati, menganalisis, dan menemukan peluang inovasi dari permasalahan nyata di lapangan.
Melalui pengamatan langsung terhadap fasilitas pengujian transformator di Jiaxing dan Suzhou, mahasiswa dapat melihat bagaimana industri maju menerapkan standar kualitas yang ketat, sistem pengujian yang presisi, serta pendekatan keselamatan yang komprehensif. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan gagasan inovasi di bidang energi, ketenagalistrikan, manufaktur, dan sistem teknologi di Indonesia.
Mengadopsi Teknologi, Membangun Negeri
Kunjungan industri internasional ini diharapkan tidak berhenti sebagai catatan perjalanan akademik, tetapi menjadi pemantik lahirnya ide-ide inovatif yang dapat diterapkan di Indonesia. Setidaknya terdapat tiga pelajaran penting yang dapat diambil dari kunjungan ini.
Pertama, pentingnya peningkatan standar pengujian pada peralatan ketenagalistrikan. Ketatnya proses pengujian seperti dielectric test, temperature rise test, short circuit withstand test, climate test, dan fire test menunjukkan bahwa keandalan infrastruktur listrik sangat bergantung pada proses validasi yang akurat dan terstandar.
Kedua, perlunya transfer pengetahuan teknologi ramah lingkungan dan aman kebakaran, khususnya pada transformator kering. Teknologi ini relevan untuk kawasan urban, gedung bertingkat, kawasan industri, dan fasilitas publik yang membutuhkan sistem kelistrikan aman, efisien, dan minim risiko.
Ketiga, pentingnya efisiensi sistem terintegrasi. Konektivitas transportasi cepat, kedekatan klaster industri, dan fasilitas riset yang maju di China menunjukkan bahwa pengembangan teknologi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara industri, riset, pendidikan, dan infrastruktur.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan teknis, pada 30 Mei 2026 Nuswanggono kembali ke Shanghai untuk menikmati suasana kota, termasuk kawasan sekitar Shanghai Oriental Pearl Tower. Perjalanan kemudian ditutup pada 31 Mei 2026 dengan kepulangan ke Indonesia melalui rute Shanghai–Bangkok–Surabaya.
Kunjungan Industri MIST UMSIDA 2026 ini menjadi bukti bahwa pembelajaran inovasi tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana teknologi diuji, bagaimana standar industri diterapkan, dan bagaimana problem nyata dapat menjadi sumber lahirnya gagasan baru.
Melalui pengalaman ini, Nuswanggono sebagai mahasiswa angkatan pertama MIST UMSIDA diharapkan mampu membawa pulang bukan hanya pengetahuan teknis, tetapi juga semangat untuk membangun inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan masa depan teknologi Indonesia. (Izza)





