Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Perkuat Riset Kelistrikan Global, Mahasiswa Pascasarjana UMSIDA Bedah Teknologi Transformator di China

Must read

Sidoarjo, wartapoint — Teori di ruang kuliah dinilai belum cukup untuk menjawab dinamika industri global yang bergerak cepat. Berangkat dari kesadaran tersebut, Program Studi S2 Inovasi Sistem dan Teknologi, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), mulai menerjunkan mahasiswa angkatan pertamanya langsung ke pusat-pusat teknologi internasional.

​Nuswanggono, mahasiswa angkatan pertama program studi tersebut, baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan industri intensif di dua kota pusat manufaktur China, yakni Jiaxing dan Suzhou, pada 23–31 Mei 2026.

​Kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa, melainkan bagian dari penugasan aplikatif mata kuliah Pengembangan Proyek Inovasi. Melalui model pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning), mahasiswa diwajibkan membedah problem nyata di lapangan guna merumuskan ide pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Menguji Batas Ekstrem Transformator

​Fokus utama kunjungan kali ini diarahkan pada teknologi ketenagalistrikan, khususnya pengujian keandalan transformator (trafo) bertaraf internasional.

​Rangkaian agenda teknis dimulai pada Senin (25/5/2026) di Laboratorium Fang Yuan Electric, Jiaxing. Pada hari pertama, Nuswanggono meninjau fasilitas pengujian karakteristik dan dielektrik untuk memastikan aspek keamanan dasar trafo sebelum diintegrasikan ke dalam sistem kelistrikan makro.

​Satu hari berselang, Selasa (26/5/2026), observasi dilanjutkan pada pengujian temperature rise transformer. Pengujian ini krusial untuk mengukur batas toleransi kenaikan suhu perangkat saat beroperasi dalam beban puncak demi meminimalkan risiko kegagalan sistem akibat panas berlebih (overheating).

​Eksperimen mencapai tahap paling ekstrem pada Rabu (27/5/2026) dan Kamis (28/5/2026). Di laboratorium yang sama, dilakukan pengujian short circuit withstand transformer—sebuah simulasi untuk melihat sejauh mana trafo mampu bertahan saat terjadi lonjakan beban akibat hubungan arus pendek (korsleting). Proses kemudian ditutup dengan tahap verifikasi ketat guna memastikan komponen trafo tetap presisi dan memenuhi standar teknis pasca-uji ekstrem.

Mitigasi Risiko Kebakaran di Suzhou

​Memasuki hari Jumat (29/5/2026), koridor observasi bergeser ke wilayah Suzhou. Di kota ini, perhatian difokuskan pada pengujian lingkungan melalui climate test, environment test, dan fire test.

​Nuswanggono berkesempatan menyaksikan langsung fire test pada jenis transformator kering (dry-type transformer). Pengujian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai mitigasi risiko kebakaran, ketahanan material isolasi, serta standar keselamatan tinggi yang diterapkan oleh industri global.

“Melalui kunjungan ini, kami tidak hanya melihat angka di atas kertas, tetapi memahami bagaimana industri global menjaga mutu produk, menerapkan standar keselamatan yang rigit, dan melahirkan inovasi dari kebutuhan riil masyarakat,” ujar Nuswanggono dalam keterangannya kepada awak media wartapoint.id, Senin (8/6/2026).

Sentuhan Humanis dan Komitmen Kampus

​Di sela-sela padatnya jadwal riset teknis, terselip momen humanis yang menarik. Pada Rabu pagi (27/5/2026), Nuswanggono berkesempatan menunaikan ibadah Salat Idul Adha bersama komunitas Muslim lokal dan internasional di Convention Hall Jiaxing, sebelum kembali melanjutkan agenda pengujian laboratorium. Rangkaian perjalanan kemudian ditutup dengan studi tata kota di kawasan Shanghai Oriental Pearl Tower, sebelum bertolak kembali ke Tanah Air melalui rute Shanghai–Bangkok–Surabaya pada Minggu (31/5/2026).

​Secara terpisah, pihak Program Studi S2 Inovasi Sistem dan Teknologi UMSIDA menegaskan bahwa pengiriman mahasiswa ke kantong-kantong industri internasional merupakan komitmen nyata kampus dalam meruntuhkan sekat antara menara gading akademis dan realitas industri.

​Melalui skema ini, lulusan pascasarjana UMSIDA didorong tidak hanya cakap secara teoritis, tetapi juga jeli membaca celah problem industri untuk dikonversikan menjadi solusi teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. (Izza)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article