Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Inovasi Operasional EAZI Pangkas Waktu Sandar Kapal, TPK Nilam Cetak Rekor Tertinggi 2026

Must read

Surabaya, wartapoint – Langkah efisiensi di sektor logistik laut kembali menunjukkan hasil positif. Tanpa perlu membangun infrastruktur fisik baru, Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berhasil mendongkrak produktivitas secara signifikan. Lewat visualisasi penataan ruang laut yang terintegrasi, arus petikemas di terminal ini sukses menyentuh angka tertinggi sepanjang tahun 2026.

​Keberhasilan ini dipicu oleh implementasi Program EAZI (Easy Access Zone Integration) yang diterapkan pada periode 23 April hingga 25 Mei 2026. Program hasil kolaborasi lintas instansi ini berfokus pada penataan Zona Labuh 2 Pelabuhan Tanjung Perak guna menciptakan pola pelayanan kapal yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.

​Memangkas Waktu Berganti Kapal Hingga 70 Persen

​Dampak paling signifikan dari program ini adalah efisiensi waktu pergantian antar-kapal (ship to ship atau STS). Sebelum program EAZI diterapkan, proses ini membutuhkan waktu berkisar antara 4 hingga 5 jam. Namun, pasca-penerapan sistem baru, waktu tunggu berhasil dipangkas hingga 70 persen, menjadi rata-rata hanya 1 jam 30 menit.

​Bahkan, rekor layanan tercepat sempat tercipta pada 24 Mei 2026 saat melayani Kapal Intan Daya 12 dan Meratus Wakatobi. Proses pergantian kedua kapal tersebut hanya memakan waktu 31 menit.

“Waktu ship to ship berhasil dipangkas secara signifikan. Efisiensi tersebut memberikan ruang bagi peningkatan jumlah kunjungan kapal sekaligus memperkuat kapasitas layanan terminal. Hasilnya, pada Mei 2026 TPK Nilam mencatat arus petikemas tertinggi sepanjang tahun ini dengan volume mencapai 49.685 TEUs,” ujar Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, Rabu (10/6/2026).

​Pangkasan waktu tunggu ini otomatis berimbas pada melonjaknya kapasitas kunjungan kapal (troughput) di terminal yang dikelola oleh PT Terminal Teluk Lamong (TTL) tersebut:

  • Sebelum EAZI: Rata-rata 14 kunjungan kapal per minggu.
  • Sesudah EAZI: Meningkat menjadi rata-rata 17 kapal per minggu (tumbuh sekitar 21 persen).

​Kolaborasi Tanpa Investasi Fisik

​Keberhasilan TPK Nilam menembus rekor baru ini menjadi bukti bahwa optimalisasi pelabuhan tidak selamanya harus bertumpu pada pembangunan dermaga atau pembelian alat berat baru yang memakan biaya besar.

​Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa kunci utama dari transformasi operasional ini adalah inovasi dan pemanfaatan aset yang ada secara optimal. “Program ini menjadi salah satu bukti komitmen kami dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung kelancaran logistik nasional,” kata David.

​Apresiasi senada juga datang dari pihak regulator. Kepala Bidang P2 Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Arizal, menyampaikan bahwa peningkatan kecepatan layanan ini tetap berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap aspek keselamatan dan keamanan lalu lintas laut.

​Meski demikian, pihak otoritas menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Ke depan, akurasi informasi waktu kedatangan kapal (Estimated Time of Arrival/ETA), sinkronisasi antar-pemangku kepentingan, serta penyederhanaan proses perizinan labuh akan terus disempurnakan.

​Standardisasi ke Terminal Lain

​Keberhasilan di TPK Nilam diproyeksikan akan menjadi cetak biru (blueprint) penataan ruang labuh di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Guna memperluas dampak positif terhadap kelancaran rantai pasok nasional, PT Terminal Teluk Lamong berencana untuk segera mereplikasi Program EAZI ke Terminal Petikemas Berlian.

​Langkah estafet ini diharapkan dapat menciptakan standar layanan yang seragam dan unggul di seluruh ekosistem Pelindo Group. Pada akhirnya, pelabuhan di Surabaya tidak hanya sekadar menjadi tempat singgah, melainkan mesin penggerak utama yang mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia Timur di kancah nasional maupun global. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article