Surabaya, wartapoint – Ada yang beda di SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) jelang kenaikan kelas tahun ini. Sekolah yang dikenal dengan Sekolah Prestasi itu mendatangkan native speaker langsung dari Italia, untuk mengajar siswa Cambridge International Program (CIP) Primary 1.
Puluhan siswa terlihat penuh keceriaan dan antusias sejak Jhon Huge masuk kelas, Rabu (10/6/2026). Belajar bahasa Inggris bareng “bule” asli membuat suasana kelas jadi hidup.
Siswa berani praktik speaking, tanya jawab, dan main games interaktif tanpa rasa takut salah.
Kepala SD Muhlas, Ustadzah Mursiah MPd, menyampaikan bahwa program ini sengaja dihadirkan untuk menguatkan skill komunikasi global siswa CIP sebelum naik ke Primary 2.
“Anak-anak harus terbiasa mendengar aksen asli dan berani bicara. Hadirnya Mr. Fabrizio Urso dari Italia ini jadi pemantik semangat mereka. Ini bekal penting di era global,” jelasnya.
Mr. Fabrizio Urso yang juga bagian dari Tim Cambridge University Press Educational Partner mengaku kagum dengan keberanian siswa SD Muhlas. “They are amazing. Very active and brave to speak. I love the energy,” ujarnya sambil tersenyum.
Program native speaker ini jadi salah satu keunggulan kelas CIP SD Muhlas. Selain kurikulum Cambridge, siswa rutin diajak belajar langsung dengan penutur asli agar standar bahasa Inggrisnya setara internasional.
Dengan wajah sumringah, siswa Primary 1 mengaku senang dan makin pede menyambut kenaikan kelas. “Seru banget belajar sama Mr. Nggak sabar mau ketemu lagi,” kata Azqia Qirana, salah satu siswi.
SD Muhlas berkomitmen terus menghadirkan pembelajaran bermutu dan kontekstual agar lulusannya siap bersaing secara global namun tetap berkarakter Islami. (Muriyono/yupan)





