Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Pendidikan Muhammadiyah: Menumbuhkan Karakter Pemimpin Sejak Dini Melalui Kolaborasi Antarsekolah

Must read

Surabaya, wartapoint – Suasana riuh rendah dan penuh keceriaan mewarnai Convention Hall di Jalan Arief Rahman Hakim 131, Keputih, Surabaya, Rabu (10/6/2026). Ratusan anak usia dini berkumpul dalam gelaran Pentas Seni TK Aisyiyah 39 dan Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah 03 Surabaya.

​Namun, acara ini bukan sekadar panggung unjuk bakat bagi anak-anak. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang kolaborasi dan pengejawantahan nilai humanitas antarlembaga pendidikan di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah demi membangun keberlanjutan pendidikan yang berkarakter.

​Selain menyajikan pertunjukan seni, selasar gedung dipadati oleh stan bazar yang menawarkan aneka kuliner hingga layanan pendidikan. Kehadiran sejumlah sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah di lokasi ini sengaja dihadirkan untuk memberikan referensi kelanjutan studi bagi para orang tua siswa TK yang tengah mempersiapkan masa depan putra-putri mereka.

​Presentasi Program Unggulan

​Sebelum riuh pentas seni dimulai pukul 08.30 WIB, panitia memberikan ruang khusus bagi empat sekolah Muhammadiyah untuk memaparkan profil dan program unggulan mereka secara bergantian di atas panggung utama.

​Salah satu presentasi yang mencuri perhatian publik datang dari SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang akrab dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya. Usai penayangan video profil, Kepala Urusan Hubungan Masyarakat SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd., naik ke panggung mendampingi seorang siswi kelas VI bernama Orchidea Khaerunnisa Ivory.

​Dalam paparannya, Agus menegaskan komitmen sekolahnya dalam memberikan ruang tumbuh bagi peserta didik sesuai dengan fitrah dan potensi unik masing-masing anak.

​”Kami menyiapkan siswa untuk menjadi pemimpin melalui program Leader in Me. Di sini, anak-anak dilatih memiliki kemampuan manajerial dan mengelola kegiatan layaknya seorang event organizer profesional,” ujar Agus.

​Testimoni Alumni dan Keberlanjutan Karakter

​Pernyataan tersebut dibuktikan langsung oleh Orchidea. Dengan penuh percaya diri, siswi yang kebetulan merupakan alumni TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 39 tersebut menceritakan pengalaman kepemimpinannya selama menimba ilmu di Sekolah Kreatif Baratajaya.

​”Di sekolah, kami diajarkan menjadi pemimpin sejak dini melalui peran-peran nyata. Ada leader of prayer (pemimpin doa), leader of line (pemimpin barisan), leader of attendance (pemimpin presensi), hingga pemimpin yang bertanggung jawab atas ketertiban dan kebersihan lingkungan sekolah,” tutur Orchidea dengan antusias.

​Penampilan lugas Orchidea memicu rasa bangga di kalangan para guru dan ustazah TK ABA 39 yang hadir. Panggung ini menjadi bukti nyata adanya benang merah pembinaan karakter yang berkesinambungan—mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang sekolah dasar.

​Semarak Bazar Pendidikan

​Di sudut lain, atmosfer bazar pendidikan tidak kalah semarak. Deretan stan dari berbagai sekolah tertata rapi di sepanjang koridor Convention Hall, siap melayani konsultasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta membagikan informasi kurikulum.

​Setiap sekolah menerjunkan tim terbaiknya untuk menyapa para orang tua murid. Stan SD Muhammadiyah 16 Surabaya dijaga oleh Ahmad Mahmudi, M.Pd., dan Maulana Muhammad, S.Pd. Sementara itu, SD Muhammadiyah 26 Surabaya diwakili oleh Rizki Fidiah Wuri, S.Pd., Gr., dan Tri Agustina, S.Pd.

​Lembaga lain yang turut aktif adalah MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang mendelegasikan Yumifta Shalsabilla Hesry Putri, S.Pd., Rani Maghfiratul Layli, S.M., Titasari Wijayanti, S.Pd., dan Ana Rose Fitri, S.Ikom. Tidak ketinggalan, stan SD Muhammadiyah 4 Surabaya dikawal langsung oleh Indra Firdaus, S.Pd., Arry Wijayanti, S.Pd., Marsudidono, M.Pd., dan Kiki Baihaqi, S.Pd.

​Membangun Ekosistem yang Saling Mendukung

​Kehadiran lintas sekolah dalam satu perhelatan ini merefleksikan hubungan yang harmonis dan semangat gotong royong yang kuat di lingkungan Muhammadiyah. Pendidikan tidak dilihat sebagai kompetisi antar-lembaga, melainkan sebuah ekosistem yang saling mendukung.

​Melalui sinergi ini, promosi sekolah bertransformasi menjadi ruang berbagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap memimpin di masa depan. (Ahmad Mahmudi/Yuda)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article