Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Thursday, June 25, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Mengubah Paradigma Ujian, Cara SD Muhammadiyah 26 Surabaya Hadirkan Asesmen yang Ramah Anak

Must read

Surabaya, wartapoint — Riuh diskusi interaktif memenuhi ruang pertemuan SD Muhammadiyah 26 Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Alih-alih tegang layaknya rapat dinas formal, atmosfer ruangan justru hidup. Para guru dan kepala sekolah berkumpul menatap layar proyektor, merumuskan cetak biru (blueprint) masa depan akademik bagi para anak didik mereka.

​Pertemuan bertajuk “Asesmen Berbasis Tes Kemampuan Akademik” ini menjadi momentum krusial bagi pihak sekolah. Agenda tersebut bukan sekadar ritual tahunan biasa, melainkan menjadi ruang refleksi radikal bagi para pendidik untuk merombak metode evaluasi belajar agar jauh lebih relevan, berkualitas, dan menyenangkan bagi siswa di kelas.

​Ujian Bukan Lagi “Momok” Menakutkan

​Hadir sebagai motor penggerak diskusi adalah pakar pendidikan, Muhammad Naim. Dengan pembawaan yang taktis, ia membagikan formula praktis mengenai tata cara mengelola asesmen yang ramah secara psikologis, namun tetap mampu mempertahankan standar kualitas visual dan kemampuan siswa.

​Naim menegaskan bahwa di era baru pendidikan saat ini, paradigma lama yang menempatkan ujian sebagai ‘hakim’ akhir bagi siswa sudah saatnya digeser.

​”Ujian itu bukan momok menakutkan, melainkan cermin refleksi,” ujarnya.

​Melalui pemaparan yang tajam, ia mengajak para tenaga pendidik untuk membedah ulang strategi dalam merancang perangkat pembelajaran. Hal ini mencakup penyusunan soal evaluasi yang presisi dan disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP) serta Tujuan Pembelajaran (TP), hingga seni membaca data hasil ujian secara mendalam.

​Fokus pada Proses Tumbuh Kembang Siswa

​Perubahan orientasi ini diharapkan dapat membantu guru melihat asesmen bukan lagi sebagai beban administratif atau alat ukur angka semata, melainkan sebagai instrumen untuk memahami proses tumbuh kembang anak secara utuh.

​Dengan metode asesmen yang lebih humanis dan ramah anak, SD Muhammadiyah 26 Surabaya berikhtiar memetakan potensi setiap siswa secara lebih akurat. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat, di mana siswa dapat menghadapi evaluasi akademik dengan penuh percaya diri tanpa bayang-bayang kecemasan atau tekanan psikologis. (Elfira/Diah)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article