Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Thursday, June 25, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Menjaga Cita Rasa, Mengubah Cara Kerja: Langkah Baru UMKM Keripik Tempe Icik Malang Menuju Era Digital

Must read

Malang, wartapoint — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Buruto (PDB) serta penyerapan tenaga kerja lokal. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, banyak pelaku usaha lokal yang masih menghadapi tantangan besar dalam melakukan transformasi digital, baik dari sisi manajemen internal maupun pemasaran.

​Kondisi tersebut sempat dialami oleh UMKM Keripik Tempe Icik, salah satu produsen keripik tempe legendaris di Kampung Sanan, Kota Malang. Meski konsisten mempertahankan cita rasa khas daerah dan memiliki potensi pasar yang besar, usaha ini sempat terkendala oleh sistem pengelolaan inventaris yang masih manual dan belum adanya identitas digital yang terintegrasi.

​Melihat tantangan tersebut, tim mahasiswa Program Studi S1 Informatika Telkom University Surabaya turun tangan melalui Program Informatika untuk Masyarakat (IUM). Sepanjang Juni 2026, mereka melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu Keripik Tempe Icik bermigrasi ke ekosistem digital.

​Tantangan Pembukuan Manual dan Visibilitas

​Sebelum program ini berjalan, proses pencatatan stok produk di rumah produksi Keripik Tempe Icik masih mengandalkan buku catatan fisik. Metode konvensional ini memiliki risiko tinggi, mulai dari hilangnya data historis, kerusakan dokumen, hingga kesalahan rekapitulasi yang kerap memicu ketidaksesuaian stok varian rasa.

​Di sisi lain, meski Keripik Tempe Icik sudah memanfaatkan platform food delivery seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, informasi mengenai profil usaha mereka masih tersebar secara parsial. Mereka belum memiliki wadah resmi yang mengintegrasikan seluruh informasi katalog produk dan identitas usaha.

​Selain itu, sebagai kota tujuan wisata, potensi pasar Malang sangat bergantung pada pemetaan digital. Sayangnya, sebelum ini profil Google Business Profile dan titik koordinat Google Maps milik mitra belum dioptimalkan secara maksimal untuk menjaring wisatawan luar daerah.

​Inovasi Dua Pintu: “Company Profile” dan “Dashboard Admin”

​Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim IUM Telkom University Surabaya membangun Sistem Informasi Manajemen UMKM berbasis web yang dirancang dengan pendekatan dua pintu utama.

  • Pintu Pertama (Halaman Publik): Berfungsi sebagai Company Profile atau etalase digital resmi. Lewat layar gawai atau komputer, konsumen dari berbagai daerah kini bisa mengakses sejarah usaha, melihat katalog produk interaktif, hingga mengecek ketersediaan varian rasa secara real-time.
  • Pintu Kedua (Dashboard Admin): Menjadi ruang kerja digital khusus bagi pengelola toko. Didesain dengan antarmuka (interface) yang ringkas, halaman ini berfungsi sebagai pusat manajemen inventaris (inventory management). Melalui dasbor yang aman ini, pemilik usaha dapat memperbarui jumlah stok, menambahkan varian rasa baru (seperti original, pedas, dan daun jeruk), tanpa takut kehilangan data penjualan terdahulu.

​Guna menyempurnakan ekosistem ini, tim juga merapikan aspek visibilitas terluar dengan mengoptimalkan rute, titik koordinat, nomor kontak, serta jam operasional pada Google Business Profile. Dengan demikian, wisatawan yang sedang mencari oleh-oleh di sekitar Malang akan langsung diarahkan oleh peta digital menuju toko fisik mitra.

​Pendampingan Melekat dan Prospek Masa Depan

​Aplikasi teknologi tidak akan berdampak tanpa adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, tim pengabdian juga menggelar pelatihan intensif dan pendampingan melekat (coaching) bagi pemilik dan pengelola Keripik Tempe Icik.

​Mulai dari simulasi input data riil pascatransaksi hingga logika navigasi sistem diajarkan agar transisi dari media kertas ke digital berjalan mulus. Pendampingan ini terbukti berhasil membangun rasa percaya diri mitra dalam mengoperasikan sistem baru secara mandiri dan berkelanjutan.

​”Integrasi sistem informasi berbasis web dan optimalisasi Google Business Profile ini terbukti efektif menyelesaikan kendala klasik pembukuan manual sekaligus memperluas jangkauan promosi. Keripik Tempe Icik kini siap bersaing di pasar digital yang lebih luas tanpa kehilangan keaslian cita rasa tradisionalnya,” tulis tim pengabdian dalam laporan resminya, Juni 2026.

​Ke depan, sistem informasi manajemen ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke tahap otomatisasi yang lebih tinggi. Beberapa rencana pengembangan lanjutan yang disiapkan meliputi integrasi chatbot WhatsApp otomatis 24 jam untuk melayani pesanan, hingga pemanfaatan algoritma prediksi stok sederhana guna memproyeksikan volume produksi menjelang bulan-bulan puncak kunjungan wisata (peak season).

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article