Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sawahan, Kota Surabaya, menggelar lomba menghias nasi kuning dalam rangka memperingati Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di halaman TK ‘Aisyiyah 24, Jalan Kedung Anyar VI nomor 2, Surabaya.
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di lokasi acara sudah tampak memerah dan dipenuhi warna-warni dresscode para suporter. Perwakilan dari enam ranting di bawah naungan PCA Sawahan hadir membawa perlengkapan, bahan baku, serta lauk-pauk pendamping yang siap dikreasikan menjadi hiasan nasi kuning yang apik.
Tepat pukul 09.00 WIB, kompetisi resmi dibuka. Sebelum peluit tanda mulai ditiup, Husnul Khotimah selaku perwakilan panitia memaparkan petunjuk teknis (juknis) serta kriteria penilaian kepada seluruh peserta agar perlombaan berjalan adil dan kompetitif.
Doa dan Harapan untuk ‘Aisyiyah
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Harian Cabang Sawahan serta ketua dari lima Ranting ‘Aisyiyah di wilayah Sawahan.
Dalam sambutannya, Ketua PCA Sawahan, Hj. Soelikah, menyampaikan ucapan selamat dan harapan mendalam bagi organisasi perempuan Muhammadiyah ini.
“Dirgahayu ‘Aisyiyah ke-109 tahun. Semoga Allah membimbing kita menuju Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme tinggi dari para pimpinan ranting yang menyambut baik kegiatan ini sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memeriahkan hari jadi ‘Aisyiyah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Cabang Sawahan, Khollifatus Sa’diah, yang turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan ucapan selamat. Ia berharap PCA Sawahan dapat terus bergerak maju dan semakin berkembang dalam menebar kemaslahatan.
Ranting Banyu Urip Raih Juara Utama
Setelah melalui proses menghias yang sengit dan penuh kreativitas, lomba menghias nasi kuning ini ditutup dengan pengumuman pemenang oleh dewan juri.
Untuk edisi Milad kali ini, Ranting Banyu Urip keluar sebagai Juara 1 setelah berhasil memukau juri dengan kreativitas dan keserasian hidangannya.
Kendati demikian, suasana kebersamaan tetap terasa kental hingga akhir acara. Perlombaan ini ditutup dengan tawa dan kegembiraan karena panitia memastikan seluruh ranting yang berpartisipasi tetap pulang membawa hadiah. (yupan)





