Awali Tahun Ajaran Baru, MIM 28 Surabaya Perkuat Ideologi Muhammadiyah bagi Pendidik

Must read

Surabaya, wartapoint – Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) menggelar Pelatihan Ideologi Muhammadiyah bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah strategis dalam menguatkan karakter pendidik yang profesional, berintegritas, serta berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

​Kepala MIM Dupan, Rohim, M.Pd. berharap, pelatihan ini dapat memperkuat pemahaman warga sekolah terhadap nilai-nilai dasar persyarikatan. Fondasi ideologi yang kuat dinilai krusial sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah dan roda pendidikan di madrasah.

​Menegakkan Nilai Islam Berkemajuan

​Pelatihan ini menghadirkan Drs. Sugeng Purwanto selaku pemateri utama. Dalam paparannya, Sugeng mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali jati diri Muhammadiyah, sejarah panjang perjuangan organisasi, hingga nilai-nilai keteladanan dari sang pendiri, KH. Ahmad Dahlan.

​Sugeng menjelaskan bahwa arah perjuangan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)—termasuk lembaga pendidikan—harus merujuk pada Pasal 6 Anggaran Dasar Muhammadiyah.

​”Tujuan kita adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ujarnya.

​Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab seorang pendidik di lingkungan Muhammadiyah tidak sekadar mengajar di dalam kelas. Guru dan karyawan juga memikul tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan, membangun akhlak mulia, serta menjadi teladan (uswah hasanah) dalam kehidupan sehari-hari.

​Meneladani Prinsip Hidup KH. Ahmad Dahlan

​Selain penguatan ideologi, esensi pelatihan ini juga menyoroti sikap politik, prinsip hidup, dan tanggung jawab KH. Ahmad Dahlan semasa hidupnya. Sikap politik pendiri Muhammadiyah tersebut dinilai selalu berorientasi pada kemaslahatan umat, menjaga persatuan, dan mengedepankan dakwah melalui jalur pendidikan serta pelayanan sosial.

​Peserta diajak untuk mengadopsi prinsip hidup KH. Ahmad Dahlan yang menempatkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman utama dalam berpikir dan bertindak. Nilai-nilai seperti keikhlasan, semangat pembaruan (tajdid), kerja keras, serta keberanian melakukan perubahan positif diharapkan mampu diinternalisasi oleh seluruh staf pengajar.

​Sugeng juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dalam memegang amanah. Setiap tugas di madrasah harus dilaksanakan dengan disiplin tinggi dan komitmen untuk memberikan manfaat yang luas bagi umat dan bangsa.

​Optimisme Menyambut Tahun Ajaran Baru

​Sepanjang sesi, atmosfer pelatihan tampak dinamis. Para guru dan tenaga kependidikan aktif berdiskusi serta merefleksikan penerapan ideologi Muhammadiyah ke dalam metode pembelajaran harian dan pelayanan di madrasah.

​Melalui momentum ini, MI Muhammadiyah 28 Surabaya optimistis dapat melahirkan generasi didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi besar madrasah ke depan. (Tiris/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article