Gresik, wartapoint – Liburan sekolah tahun ini jadi lebih berkesan bagi 60 anak di Gresik dan Lamongan.
KSPPS BMT Mandiri Sejahtera (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah) Jawa Timur bersama LAZNAS Nurul Hayat Gresik sukses menggelar program “Khitan Bahagia” pada Selasa, 7 Juli 2026 di Kantor KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur.
Program sosial ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tujuannya satu: memastikan setiap anak bisa menunaikan sunnah Rasulullah SAW tanpa terkendala biaya.
Kolaborasi Kebaikan untuk 60 Anak
Tidak seperti khitan pada umumnya, program ini dikemas dengan konsep “bahagia”. Mulai dari proses khitan yang aman dan nyaman, hingga suasana yang ramah anak.
Kegiatan ini bisa terlaksana berkat sinergi 3 pihak: KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur, LAZNAS Nurul Hayat Gresik, dan tim Khitan Bayar Doa.
General Manager KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Ini bentuk komitmen kami. BMT tidak hanya soal simpan pinjam syariah, tapi juga hadir memberi manfaat dan kemaslahatan untuk umat,” ujarnya.
Amanah Donatur Disalurkan Tepat Sasaran
Kepala Cabang LAZNAS Nurul Hayat Gresik, Sholikhul Amin, S.Sos.I, juga menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, ada amanah dari para donatur yang harus kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih kepada seluruh Sahabat Sejuk Nurul Hayat dan KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur yang terus berkomitmen bersinergi bersama Nurul Hayat Gresik dalam menghadirkan kebermanfaatan untuk umat,” ungkapnya.
Khitan Gratis di Masa Liburan Sekolah
Memilih waktu libur sekolah bukan tanpa alasan. Dengan begitu, anak-anak bisa fokus pemulihan tanpa mengganggu aktivitas belajar.
Melalui Khitan Bahagia 2026 ini, KSPPS BMT Mandiri Sejahtera dan LAZNAS Nurul Hayat berharap semakin banyak anak yang bisa dikhitan secara layak, aman, dan tanpa beban biaya.
Sinergi antara lembaga keuangan syariah, lembaga zakat, dan komunitas medis ini jadi bukti nyata bahwa kolaborasi kebaikan mampu menciptakan dampak besar bagi masyarakat. (Muriyono)






