Surabaya, wartapoint – Dalam upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Kelompok 33 berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program POSGA (Pos Pelayanan Kesehatan Warga).
Kegiatan layanan kesehatan berbasis masyarakat ini dipusatkan di Musholla RT 03 RW 05, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Kamis (9/7/2026). Melalui program ini, para akademisi muda bersinergi langsung dengan para kader kesehatan setempat guna memastikan warga mendapatkan pelayanan pemeriksaan yang optimal.
Mitigasi Penyakit Tidak Menular
Ketua KKN Kelompok 33 UMSURA, Nadhif Ahmad Fariz, menjelaskan bahwa kehadiran timnya di lapangan berfokus pada perkuatan manajemen operasional di pos pelayanan. Mahasiswa membantu menata alur birokrasi mulai dari proses administrasi pencatatan, pendampingan peserta, hingga mengarahkan alur pemeriksaan agar berjalan dengan tertib dan efisien.
”Kami bekerja sama erat dengan para kader kesehatan dan petugas teknis setempat. Sinergi ini penting agar pelayanan medis yang diberikan bisa menjangkau warga secara maksimal tanpa menimbulkan antrean yang menumpuk,” ujar Nadhif.
Adapun paket layanan kesehatan yang diintegrasikan dalam POSGA kali ini meliputi:
- Antropometri: Pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk memantau status gizi.
- Pemeriksaan Klinis Dasar: Pengukuran tekanan darah (tensi) guna memantau risiko hipertensi.
- Skrining GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid): Pemeriksaan kadar gula darah dan asam urat.
”Skrining kesehatan ini menjadi salah satu instrumen penting sebagai upaya preventif dan deteksi dini terhadap potensi penyakit tidak menular (PTM) yang kerap dialami masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia,” tambah Nadhif.
Kolaborasi Bersama Kader Surabaya Hebat
Kegiatan POSGA ini juga dirangkaikan dengan program pemeriksaan berkala bersama ibu-ibu Kader Surabaya Hebat (KSH). Kolaborasi ini memberikan ruang bagi warga Kelurahan Kalisari untuk memantau kondisi fisik mereka secara berkala lewat fasilitas penunjang yang dekat dari rumah.
Tingginya kesadaran publik terhadap kesehatan tecermin dari antusiasme kunjungan yang melampaui target. Tercatat sebanyak 89 warga hadir memanfaatkan fasilitas gratis ini, dengan rincian 40 peserta dari kelompok lansia, 20 anak-anak (melalui posyandu balita), serta sisanya berasal dari kalangan masyarakat umum.
Melalui keterlibatan aktif ini, para mahasiswa tidak sekadar menyumbangkan dukungan tenaga, melainkan juga memperoleh pengalaman empiris dalam bidang pengabdian masyarakat. Sinergi taktis antara mahasiswa, KSH, tenaga medis, dan warga ini diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan sebagai langkah promotif-preventif dalam mewujudkan lingkungan Kelurahan Kalisari yang lebih sehat dan mandiri. (Armand)






