
Surabaya, wartapoint – Sukses sebuah lembaga pendidikan tidak terikat pada satu faktor saja, melainkan berawal dari kesiapan matang seluruh elemen warga sekolah. Mulai dari pimpinan, guru, staf, hingga orang tua harus bergerak dalam harmoni yang sama untuk menciptakan ekosistem belajar yang ideal.
Pesan kuat tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., dalam Rapat Koordinasi Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Kota Surabaya pada Sabtu (11/7/2026) di auditorium TMB lantai 4 SD Mudipat. Acara ini dihadiri oleh jajaran kepala sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Surabaya.
Dalam arahannya, Didik menekankan pentingnya konsistensi dalam membentuk karakter siswa. Ia mengingatkan agar gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” tidak sekadar menjadi jargon, melainkan wajib diaplikasikan secara nyata dalam keseharian di setiap satuan pendidikan.
”Sukses sekolah itu dimulai dari persiapan seluruh elemennya. Selain itu, ada kebijakan penting yang harus dipegang teguh: setiap guru pada hakikatnya adalah seorang Guru BK (Bimbingan Konseling),” ujar Didik.
Menurutnya, peran guru tidak boleh sebatas mentransfer ilmu di kelas (akademis), tetapi juga harus mampu mendampingi, memahami psikologi, serta mengayomi perkembangan mental dan emosional anak didik.
Apresiasi dan Evaluasi SPMB
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., memberikan evaluasi sekaligus motivasi terkait capaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Ridlwan memberikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surabaya yang telah berhasil memenuhi kuota target pagu siswa dalam SPMB kali ini. Prestasi tersebut dinilai sebagai bukti kepercayaan masyarakat yang terjaga dengan baik.
Namun, bagi sekolah yang serapan kuotanya belum terpenuhi, Ridwan meminta para kepala sekolah untuk tidak berkecil hati. Ia memberikan masukan strategis agar sekolah-sekolah tersebut lebih peka terhadap dinamika sosial di sekitarnya.
”Sekolah perlu lebih mendalam memahami kebutuhan nyata yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Lakukan pendekatan yang relevan agar kehadiran sekolah kita benar-benar menjadi solusi pendidikan yang diinginkan oleh masyarakat setempat,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh kepala sekolah Muhammadiyah di Surabaya untuk menyongsong tahun ajaran baru dengan kesiapan total, manajemen yang responsif, dan pelayanan pendidikan yang humanis. (Priyo/yupan)





