Perkuat Budaya Mutu, Ratusan Kepala Sekolah Muhammadiyah Surabaya Terima Pengarahan Stafsus Kemendikdasmen

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Guna memperkuat sinergi pimpinan satuan pendidikan dan menyelaraskan arah kebijakan nasional, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah lintas jenjang.

​Pertemuan strategis yang dihadiri oleh para kepala TK Bustanul Athfal, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK Muhammadiyah se-Kota Surabaya ini fokus pada upaya menghadapi tantangan transformasi pendidikan global dan penyesuaian kebijakan pemerintah ke depan.

​Rakor kali ini menjadi momentum istimewa dengan hadirnya Staf Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., yang memberikan pengarahan langsung kepada ratusan peserta.

​Menghadirkan Kepemimpinan Visioner

​Dalam arahannya, Didik Suhardi menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi dinamika pendidikan modern terletak pada manajerial sekolah. Ia meminta para kepala sekolah Muhammadiyah untuk tampil sebagai pemimpin yang visioner, adaptif, dan mampu menanamkan budaya mutu di lingkungan sekolah.

​”Sekolah Muhammadiyah harus terus mempertahankan posisinya sebagai pelopor pendidikan yang unggul dan berkemajuan. Hal ini hanya bisa dicapai melalui penguatan karakter, inovasi pembelajaran yang konstan, serta akselerasi transformasi digital,” ujar Didik pada Sabtu (11/7/2026) di auditorium TMB lantai 4 SD Mudipat.

​Lebih lanjut, Didik mengajak seluruh kepala sekolah untuk mendesain ulang layanan pendidikan dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran (student-centered learning). Menurutnya, ada tiga pilar utama yang menjadi kunci daya saing sekolah di tingkat nasional maupun internasional, yakni:

  1. Penguatan Kompetensi Guru: Peningkatan kapasitas pendidik yang relevan dengan perkembangan zaman.
  2. Tata Kelola Profesional: Manajemen sekolah yang akuntabel, transparan, dan modern.
  3. Kolaborasi Multisektor: Membuka ruang kemitraan yang luas dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).

​Menyelaraskan Kebijakan dan Nilai Persyarikatan

​Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas, rakor ini berfungsi sebagai wadah untuk menyamakan persepsi terhadap program-program strategis Persyarikatan Muhammadiyah. Agenda utamanya adalah bagaimana mengimplementasikan kebijakan kurikulum dan regulasi pemerintah, tanpa mereduksi nilai-nilai keagamaan dan karakter khas pendidikan Muhammadiyah.

​Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi interaktif. Sejumlah isu krusial dibahas secara mendalam, mulai dari strategi peningkatan mutu lulusan, pengembangan SDM pendidik, integrasi teknologi dalam ruang kelas, hingga pemantapan akhlak mulia siswa di tengah era digital.

​Melalui koordinasi intensif ini, ekosistem pendidikan Muhammadiyah di Kota Surabaya diharapkan semakin solid. Langkah serentak dari jenjang anak usia dini hingga menengah atas ini ditargetkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan indeks kualitas pendidikan nasional, sekaligus mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing di masa depan. (Novi/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article