
Surabaya, wartapoint – Guna membangun keselarasan pola pengasuhan dan pendidikan antara sekolah dan keluarga, SD Muhammadiyah 16 Surabaya—yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya—menggelar sosialisasi program Kurikulum Leader in Me bagi wali murid kelas I.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Hall Lantai 3 gedung sekolah pada Sabtu (11/7/2026) pagi tersebut dihadiri oleh sedikitnya 180 orang tua siswa. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi jangka panjang demi mendukung tumbuh kembang dan proses belajar anak di awal masa sekolah dasar.
Dalam pemaparannya, Adults Learning and Modelling Sekolah Kreatif Baratajaya, Agus Mulyadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Kurikulum Leader in Me telah memasuki tahun ketiga implementasi di sekolah tersebut. Kurikulum ini didesain secara komprehensif dengan bertumpu pada tiga pilar utama:
Tiga Pilar Esensial Kurikulum
- Leadership (Kepemimpinan): Menumbuhkan jiwa kepemimpinan melalui proses pembelajaran inklusif, di mana setiap anak didorong untuk mengambil peran aktif sesuai dengan bakat dan potensi uniknya masing-masing.
- Culture (Budaya): Berfokus pada pembentukan lingkungan dan ekosistem sekolah yang positif untuk menunjang efektivitas serta keberhasilan proses belajar-mengajar.
- Academic (Akademik): Mendorong setiap siswa untuk memiliki, merumuskan, dan mengejar target capaian kompetensi, baik yang bersifat personal maupun target bersama sebagai satu komunitas sekolah.
”Siswa diarahkan untuk saling bersinergi dalam melaksanakan proses pembelajaran. Melalui Kurikulum Leader in Me, mereka belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab secara langsung melalui pengalaman nyata (experiential learning),” ujar Agus.
Ia menambahkan, efektivitas kurikulum ini dalam tiga tahun terakhir tercermin dari kemandirian siswa. Murid-murid di sekolah ini telah terbiasa mengambil peran sebagai penyelenggara berbagai agenda kegiatan luar kelas, mulai dari outbound learning, outdoor learning, hingga program guest teacher.
Kepercayaan dan Kontinuitas Wali Murid
Inovasi berkelanjutan yang diusung oleh Sekolah Kreatif Baratajaya memicu respons positif dan apresiasi tinggi dari para orang tua. Salah satunya diungkapkan oleh Dian Tantri, salah satu wali murid kelas I yang hadir dalam sosialisasi tersebut.
Dian menyatakan bahwa konsistensi sekolah dalam menghadirkan pembaruan metode pembelajaran menjadi alasan utama keluarganya tetap menaruh kepercayaan penuh pada lembaga pendidikan ini secara turun-temurun.
”Sekolah ini seolah tidak pernah surut oleh inovasi. Saya sangat percaya dengan kualitas pendidikan di sini,” ungkap Dian.
Kepercayaan tersebut dibuktikannya lewat rekam jejak pendidikan anak-anaknya. Dua anak pertamanya, Nisa (kini kelas 12) dan Noura (kini kelas 8), merupakan alumni sekolah ini. Sementara anak ketiganya, Nusa, saat ini duduk di kelas 4, dan anak keempatnya, Namira Erqurbah Maryam, baru saja memulai langkahnya di kelas 1.
”Empat tahun lagi, insyaallah adik bungsu mereka, Ibam, juga akan menyusul masuk ke sekolah ini,” pungkasnya. (Ahmad Mahmudi/yupan)





