Surabaya, wartapoint — Memasuki tahun ajaran baru, masa pengenalan sekolah kerap kali menjadi penentu kenyamanan belajar siswa untuk tahun-tahun ke depan. Menyadari hal tersebut, MI Muhammadiyah 27 Surabaya (MIMDATU) mengemas Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dengan cara unik, yakni mengusung tema “Piala Dunia”.
Kegiatan yang digelar pada Senin (13/7/2026) ini sengaja memilih atmosfer kompetisi sepak bola terbesar sejagat tersebut bukan tanpa alasan. Tema ini diangkat sebagai simbol penanaman nilai sportivitas, daya juang, serta optimisme tinggi dalam meraih cita-cita sejak hari pertama sekolah.
Sejak pagi hari, suasana hangat dan penuh warna menyambut kedatangan para siswa baru kelas 1 yang didampingi orang tua mereka. Kesan kaku hari pertama sekolah luruh seketika saat para guru (ustaz dan ustazah) menyambut mereka dengan mengenakan jersey sepak bola khas Piala Dunia di gerbang madrasah.
Simbol Keberanian Bermimpi Global
Rangkaian hari pertama diawali dengan kegiatan religi berupa salat dhuha berjamaah. Setelah itu, sebanyak 113 siswa baru mengikuti apel pembukaan dengan khidmat namun tetap ceria.
Momen simbolis ditandai dengan penyematan kartu tanda peserta serta pemasangan mahkota MATAMUDA kepada perwakilan siswa. Atribut mahkota ini dimaknai sebagai simbol bahwa setiap anak memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan siap dipersiapkan menjadi generasi yang mampu bersaing di kancah global.
Kepala MI Muhammadiyah 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., menjelaskan bahwa esensi utama dari MATAMUDA ini adalah menjembatani komunikasi dan kedekatan emosional antara siswa baru dengan lingkungan barunya.
”Kami berharap seluruh murid dapat mengenal para ustaz dan ustazah dengan lebih dekat, sehingga proses belajar mengajar di MIMDATU berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan. Sesuai pepatah, tak kenal maka ta’aruf,” ujar Sixtynna.
Terkait pemilihan tema Piala Dunia, ia menekankan pentingnya menanamkan mentalitas pemenang kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, sebuah piala atau keberhasilan hanya bisa diraih lewat kombinasi perjuangan, akhlak mulia, kecerdasan, serta kerja sama tim yang solid.
Setiap Anak adalah Juara
Senada dengan Kepala Madrasah, Ketua Pelaksana MATAMUDA 2026, Noor Insani Maulidiya, S.Pd., memaparkan bahwa seluruh rancangan acara memang didesain untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak saat bertransisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar.
”Harapan kami, setiap murid pulang dengan hati yang gembira, rasa percaya diri yang tumbuh, serta semangat untuk belajar, berakhlak mulia, dan berprestasi. Karena di madrasah ini, setiap anak adalah juara dengan keistimewaannya masing-masing,” tutur Noor Insani.
Guna mencairkan suasana dan membangun kebersamaan, hari pertama sekolah ini diisi dengan berbagai permainan edukatif, tantangan kerja sama kelompok kecil, hingga demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler yang dikemas secara interaktif.
Melalui pendekatan yang rekreatif namun tetap sarat nilai ini, MIMDATU berupaya memastikan bahwa gerbang sekolah dasar adalah tempat yang ramah, aman, dan penuh semangat bagi perkembangan karakter anak-anak di Surabaya. (Latif/yupan)






