
Surabaya, wartapoint – Mengawali Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya (Spemnas) resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Jam Nol Mengaji”. Menariknya, program religius ini tidak menyasar para murid, melainkan diwajibkan khusus bagi seluruh guru dan karyawan sekolah. Peluncuran program ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda tes pemetaan kemampuan siswa baru, Minggu (26/7).
Program ini diinisiasi sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter sekaligus implementasi nyata dari visi besar Spemnas sebagai “Sekolah Ahli Surga”. Mengaji dinilai sebagai agenda spiritual yang harus senantiasa dijaga dan melekat erat dalam identitas setiap pendidik muslim.
Sistem Pelaksanaan yang Fleksibel
Koordinator Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) Spemnas, Moh. Ilham, S.Pd., menjelaskan bahwa penamaan “Jam Nol” tidak merujuk pada waktu yang kaku di pagi hari sebelum jam masuk sekolah. Sistem pelaksanaannya dirancang sangat fleksibel dan menyesuaikan ritme mengajar masing-masing guru.
”Jadi, Jam Nol bukan berarti harus dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Pelaksanaannya adaptif. Berhubung ini tingkat SMP, kegiatannya bisa dilakukan setelah jam pembelajaran berakhir. Setelah selesai mengajar, setiap guru bisa langsung menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur’an,” jelas Ilham.
Untuk menjaga konsistensi dan mengukur efektivitas program ini, pihak sekolah juga telah menyiapkan sistem pengawasan berkala.
”Kami rutin melakukan monitoring lewat agenda murojaah bersama setiap hari Jumat. Hal ini dilakukan demi menumbuhkan pembiasaan yang konsisten sekaligus menghadirkan keberkahan di lingkungan sekolah. Harapannya, dengan keberkahan tersebut, setiap kesulitan yang kita hadapi dalam bekerja selalu ditunjukkan jalan kemudahan,” tambahnya.
Rangkaian Pembenahan Program Unggulan
Peluncuran “Jam Nol Mengaji” ini rupanya menjadi pemantik dari serangkaian gebrakan mutu yang tengah disiapkan oleh Spemnas Surabaya. Selain program bagi guru, sekolah juga bersiap meluncurkan beberapa program keagamaan mutakhir untuk siswa, di antaranya:
- Program pemetaan mengaji siswa
- Pembiasaan Bahasa Arab harian
- Program Tahfidz Estafet
- Penerapan Kurikulum Diniyah
Komitmen Menanam ‘Benih Jariyah’
Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Adib Adam, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa program-program keagamaan merupakan ruh dan fondasi utama dari Spemnas. Menurutnya, misi menjadi “Sekolah Ahli Surga” harus diterjemahkan secara spesifik, terukur, dan berdampak langsung pada karakter siswa.
”Misi ini mungkin juga dimiliki oleh sekolah lain, tetapi Spemnas harus lebih spesifik dan jelas dalam membentuk siswa-siswi kita agar benar secara adab, ilmu, dan perilaku,” tegas Adib.
Adib juga berpesan kepada seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan agar menanamkan tekad yang kuat serta keikhlasan dalam membimbing kebiasaan baik ini. Guru bertugas menanam benih kebaikan yang kelak akan menjadi ladang amal jariyah. Namun, Adib mengingatkan bahwa proses mendidik karakter membutuhkan kesabaran yang luar biasa dari para guru.
”Untuk memetik benih dari ladang kebaikan ini, kita membutuhkan antrean panjang dan kesabaran. Jika Bapak dan Ibu tidak sabar dalam proses ini, silakan bisa berangkat memetik duluan (di akhirat), kami ikhlaskan,” kelakarnya dengan nada tegas namun penuh makna filosofis, menutup sambutannya. (Pradana/yupan)





