
Surabaya, wartapoint – Pekikan tawa renyah dan tepuk tangan riuh ratusan anak-anak seketika memecah keheningan di area SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya, Jumat pagi (17/7/26). Hari itu bukan sekadar hari jumat biasa, melainkan puncak sekaligus penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Hari Ke-5 untuk tahun ajaran 2026-2027 yang sukses bikin netizen ikut gemas.
Mengangkat tema besar “Dream Big Together: Bercerita, Belajar, Bertumbuh Bersama Ayah-Bunda dan Sekolah”, M26 Surabaya berhasil membuktikan bahwa hari pertama sekolah tidak lagi menakutkan, melainkan penuh kehangatan dan air mata bahagia.
Pagi Religius yang Penuh Energi
Sejak pukul 07.30 WIB, atmosfer ramah anak sudah terasa kuat. Para siswa baru tampil menggemaskan dan menawan dengan pakaian bebas rapi bernuansa islami. Mengawali pagi, anak-anak diajak untuk menenangkan hati lewat doa bersama dan murojaah surat-surat pendek Al-Qur’an—sebuah tradisi kuat M26 untuk menanamkan karakter islami sejak dini.
Tak lama setelahnya, suasana langsung cair. Lewat sesi ice breaking yang penuh gerakan energik dari para guru, rasa canggung dan tegang anak-anak seketika sirna, berubah menjadi lompatan antusias.
Goncang Panggung, Kak Rozaq Bikin Ratusan Siswa Histeris Gembira
Memasuki pukul 08.00 WIB, kejutan yang dinanti-nanti pun tiba. Pihak sekolah menghadirkan pendongeng legendaris kebanggaan Surabaya, Kak Rozaq. Ditemani karakter boneka lucunya yang interaktif, Kak Rozaq berhasil menyihir perhatian seluruh anak-anak.
Lewat untaian cerita yang penuh humor segar namun kaya akan nilai moral, Kak Rozaq menyelipkan pesan penting tentang keberanian bermimpi besar, saling menyayangi antar-teman, serta hormat kepada orang tua dan guru. Gelak tawa anak-anak pecah berulang kali menyaksikan aksi jenaka Kak Rozaq yang tak henti-hentinya memancing interaksi.
Apresiasi Juara: Semua Anak Adalah Bintang!
Keceriaan tidak berhenti di situ. Pukul 09.00 WIB, acara berlanjut ke sesi yang penuh kebanggaan, yaitu Pemberian Penghargaan MPLS. Pihak sekolah memberikan apresiasi khusus kepada para siswa baru sebagai bentuk penghargaan atas kedisiplinan, keaktifan, dan keceriaan mereka selama lima hari mengikuti masa orientasi. Langkah ini diambil untuk mendongkrak rasa percaya diri anak bahwa mereka semua adalah juara.
Vira Nabila, Guru Kelas 1 SD Muhammadiyah 26 Surabaya, mengungkapkan rasa harunya melihat perkembangan mental para siswa baru yang begitu cepat adaptif.
“Jujur, hari pertama kemarin ada beberapa anak yang masih menangis dan enggan lepas dari pelukan ibunya. Tapi lihat hari ini, mereka bahkan lupa jalan pulang karena asyik tertawa bersama teman baru. Sebagai guru kelas 1, target utama kami di MPLS ini adalah membuat mereka jatuh cinta dulu dengan sekolahnya. Kalau sudah nyaman, belajar apa pun ke depan pasti jauh lebih mudah,” ujar Vira Nabila dengan mata berbinar.
Komitmen Nyata Sekolah Ramah Anak (SRA)
Rangkaian acara ditutup secara resmi pada pukul 10.00 WIB dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan antara siswa dan para guru. Tepat pukul 10.30 WIB, anak-anak bersiap pulang membawa sejuta cerita seru untuk Ayah dan Bunda di rumah.
Ditemui di sela-sela acara, Ririn Novianti selaku Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan M26 Surabaya, menegaskan bahwa konsep MPLS yang edukatif dan menyenangkan ini adalah cerminan dari visi besar sekolah.
“Kami di M26 Surabaya berkomitmen penuh untuk menghadirkan ekosistem Sekolah Ramah Anak yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Transisi dari TK ke SD adalah fase krusial bagi psikologis anak. Lewat tema Dream Big Together, kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang merasa takut melangkah. Kami siap memfasilitasi mimpi-mimpi besar mereka,” tegas Ririn Novianti. (Hafidah/Novi)





