
Surabaya, wartapoint – Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Penutupan masa orientasi ini berlangsung meriah dengan balutan pentas seni yang menampilkan bakat dan kreativitas siswa baru, sekaligus menjadi momentum penegasan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying).
Rangkaian kegiatan ini sejatinya telah dimulai sejak Sabtu (11/7/2026) lalu melalui agenda Pra-FORTASI sebagai tahap pengenalan awal. Selanjutnya, para siswa baru mengikuti masa orientasi intensif selama lima hari, terhitung sejak 13 hingga 17 Juli 2026.
Selama periode tersebut, para peserta didik baru dibekali berbagai materi penguatan karakter. Mulai dari kedisiplinan, literasi digital (Think Before You Click), pencegahan kriminalitas dan NAPZA (Safe Teen, Bright Future), nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, hingga perencanaan masa depan (Start Early, Finish Strong). Selain materi di kelas, kegiatan juga diselingi dengan berbagai aktivitas fisik dan edukatif, seperti senam bersama, demo ekstrakurikuler, dan Apel Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Puncak Acara dan Deklarasi Anti-Bullying
Pada hari terakhir, suasana sekolah tampak semarak dengan digelarnya Pentas Seni. Setiap kelompok siswa baru unjuk gigi menampilkan potensi terbaik mereka, mulai dari seni tari, musik, vokal, hingga pembacaan puisi.
Namun, momen paling krusial dalam penutupan FORTASI ini ditandai dengan penandatanganan komitmen anti-bullying oleh seluruh siswa baru. Aksi ini menjadi simbol kesiapan para siswa untuk saling menghormati perbedaan dan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
“FORTASI menjadi gerbang pertama bagi siswa untuk mengenal keluarga besar SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Penandatanganan komitmen anti-bullying hari ini menjadi bukti bahwa seluruh siswa siap menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghormati, dan penuh semangat kolaborasi,” ujar Ketua Panitia FORTASI 2026, Luqman Hakim, S.T., Gr.
Karakter dan Integritas Jadi Prioritas
Senada dengan Luqman, Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di sekolahnya tidak hanya diukur dari pencapaian akademik semata, melainkan dari aspek karakter dan integritas moral peserta didik.
”Sekolah adalah rumah kedua yang harus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan membahagiakan bagi semua. Karena itu, komitmen anti-bullying bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan janji bersama untuk saling menjaga,” tegas Ali Fauzi.
Ia berharap, dari komitmen kuat ini akan lahir generasi masa depan yang tidak hanya cerdas dan berwawasan global, tetapi juga berakhlak mulia.
Antusiasme dan Harapan Siswa Baru
Rangkaian orientasi ini rupanya memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satu perwakilan siswa baru kelas X mengaku, atmosfer ramah dan suportif yang dihadirkan oleh para guru serta senior membuat mereka lebih percaya diri dalam beradaptasi.
”Kesan saya selama mengikuti Pra-FORTASI dan FORTASI sangat luar biasa. Saya jadi lebih semangat memasuki lingkungan sekolah yang baru karena bisa bertumbuh bersama teman-teman, kakak panitia, dan guru-guru yang hebat. Pokoknya seru banget!” ungkapnya antusias. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi seluruh pihak yang mendampingi mereka sejak hari pertama.
Dengan berakhirnya FORTASI 2026/2027, SMA Muhammadiyah 4 Surabaya kini siap memulai tahun ajaran baru dengan membawa misi mencetak generasi unggul yang mandiri, berprestasi, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat luas. (Habiba)





