
Surabaya, wartapoint – Sebanyak enam guru olahraga dari jaringan sekolah Muhammadiyah Surabaya mengikuti Pelatihan Sertifikasi Tenaga Olahraga Masyarakat dan Pelatihan Manajemen SDM Organisasi Olahraga Tahun 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ini berlangsung secara intensif di Aria Hotel Surabaya. Agenda ini digelar sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga olahraga di tingkat akar rumput sekaligus memperkuat tata kelola organisasi olahraga nasional.
Penguatan Kapasitas dan Manajemen Olahraga
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi komprehensif dari para pakar dan narasumber kompeten. Fokus pelatihan meliputi:
- Kepemimpinan dan Manajemen: Tata kelola organisasi olahraga yang profesional dan akuntabel.
- Teknis Penyelenggaraan: Manajemen event dan kegiatan olahraga masyarakat.
- Pembudayaan Olahraga: Strategi pengembangan program kebugaran untuk menciptakan gaya hidup sehat di masyarakat.
Keikutsertaan enam guru olahraga Muhammadiyah Surabaya ini didasari oleh komitmen untuk mereformasi kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta memperkuat pembinaan atlet muda di lingkungan sekolah.
“Melalui sertifikasi resmi dari Kemenpora ini, para guru diharapkan memiliki standar kompetensi yang lebih profesional. Ujungnya adalah melahirkan inovasi aktivitas fisik yang menarik bagi siswa dan membangun budaya sehat yang berkelanjutan di ekosistem pendidikan,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Perluas Jejaring Nasional
Selain mendapatkan materi teoretis dan praktis, forum ini juga menjadi ruang strategis bagi para guru untuk membangun jejaring (networking). Mereka berkesempatan berkolaborasi dan saling bertukar praktik baik (best practices) dengan tenaga olahraga dari berbagai wilayah di Indonesia.
Partisipasi aktif ini menjadi bukti nyata kontribusi institusi pendidikan Muhammadiyah dalam mendukung program strategis Kemenpora RI untuk mendongkrak kualitas SDM di bidang olahraga.
Ilmu, metodologi baru, dan wawasan manajemen yang didapat dari pelatihan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan di sekolah masing-masing, sekaligus membawa dampak positif yang lebih luas bagi pengembangan olahraga masyarakat di Kota Surabaya. (Red)





