Surabaya, wartapoint – Semangat kebersamaan dan komitmen memajukan pendidikan mewarnai Aula Lantai 1 MI Muhammadiyah 27 Surabaya (MIM 27) pada Jumat (24/7/2026). Melalui prosesi pelantikan Pengurus Ikatan Wali Murid (IKWAM) periode 2026–2028, madrasah merajut kolaborasi erat dengan orang tua untuk mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, dan berprestasi.
Acara yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut berlangsung khidmat. Agenda ini dihadiri jajaran pimpinan madrasah, kepala departemen, pengurus IKWAM periode 2024–2026, serta pengurus IKWAM yang baru dilantik. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan pengurus lama, pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan oleh Kepala Madrasah, sambutan-sambutan, hingga diakhiri dengan doa bersama.
Apresiasi dan Pesan Kepala Madrasah
Dalam sambutannya, Kepala MI Muhammadiyah 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pengurus IKWAM periode 2024–2026 atas dedikasi dan kontribusinya. Menurutnya, perkembangan pesat madrasah hingga saat ini tak lepas dari peran aktif para wali murid.
“Terima kasih atas segala dukungan dan kontribusi Pengurus IKWAM periode 2024–2026. Selama kurang lebih 10 tahun, IKWAM telah ikut andil membersamai perkembangan MIM 27 Surabaya hingga menjadi seperti sekarang,” tutur Sixtynna.
Ia pun mengajak jajaran pengurus baru untuk menjadikan IKWAM sebagai wadah yang berlandaskan semangat pengabdian.
“Mari berjalan bersama dan saling mendukung. IKWAM adalah jembatan antara madrasah dan wali murid, maka mari mengabdi dengan hati. Ketika kita mengesampingkan ego dan mengutamakan kebersamaan, insyaAllah hasilnya akan jauh lebih baik,” imbuhnya.
Pentingnya Adaptasi Zaman dan Ikhlas Mengabdi
Sementara itu, Ketua IKWAM periode 2024–2026, Hergian Dinarina, M.Si., mengingatkan bahwa setiap masa memiliki tantangan tersendiri. Ia mengutip pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya mendidik anak sesuai dengan zamannya.
Hergian menegaskan bahwa IKWAM bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan mitra strategis serta “duta madrasah” di tengah masyarakat.
“IKWAM adalah teman seperjuangan madrasah. Kami menjadi wakil sekaligus jembatan komunikasi antara wali murid dan sekolah. Melalui cerita dan pengalaman positif dari mulut ke mulut, masyarakat akan semakin mengenal kualitas pendidikan di MIM 27 Surabaya,” jelas Hergian.
Menutup masa baktinya, Hergian berpesan agar seluruh pengurus baru senantiasa meluruskan niat dan mengedepankan keikhlasan, mengingat IKWAM merupakan organisasi nirlaba (nonprofit).
Komitmen Pengurus Baru Periode 2026–2028
Menyambut estafet kepemimpinan tersebut, Ketua IKWAM periode 2026–2028 yang baru dilantik, Vivi Dwi Wijayanti, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi dan komunikasi harmonis yang telah terbangun.
“Kami memohon arahan, bimbingan, dan dukungan dari pengurus periode sebelumnya serta Ibu Kepala Madrasah. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik demi kemajuan MIM 27 Surabaya,” ujar Vivi.
Pelantikan IKWAM periode 2026–2028 ini menjadi awal babak baru bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 27 Surabaya. Dengan melandaskan setiap langkah pada keikhlasan dan kerja sama, madrasah optimistis mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih maju, unggul, dan berkemajuan. (Latif/yupan)






