Surabaya, wartapoint – Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pendidikan berkualitas melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga, SD Muhammadiyah 17 Surabaya (SD Mujitu) menggelar kegiatan Parenting & Sharing Bersama Orang Tua Hebat pada Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema “Membersamai Anak-Anak Hebat Menuju Kesuksesan”, agenda ini berlangsung hangat di Kampus SD Muhammadiyah 17 Surabaya.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh orang tua/wali murid ini menghadirkan Enggar Putri Kusuma, Pendiri Sintessa Education sekaligus Terapis Wicara Anak, sebagai narasumber utama. Melalui forum ini, sekolah berupaya memperkuat peran orang tua sebagai mitra strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.
Pentingnya Visi Bersama Antara Sekolah dan Keluarga
Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 17 Surabaya, Ustadz Munhamir, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga.
“Anak-anak adalah amanah yang harus kita didik bersama. Sekolah membimbing proses belajar, sedangkan keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter dan akhlak anak. Ketika sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama, insyaAllah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai Q Talent School – Qur’an and Talent, SD Muhammadiyah 17 Surabaya terus berkomitmen menghadirkan program unggulan. Tidak hanya berfokus pada akademik, sekolah juga terus mengasah karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman para murid melalui sinergi yang kuat bersama orang tua.
Fokus Pada Proses dan Komunikasi Positif
Memasuki sesi inti, narasumber Enggar Putri Kusuma mengajak para peserta untuk menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan, potensi, dan kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Ia mengingatkan agar orang tua tidak sekadar menuntut hasil akhir atau nilai akademik, melainkan hadir secara utuh untuk mendukung prosesnya.
Menurut Enggar, indikator kesuksesan anak juga mencakup kemampuan berkomunikasi, kemandirian, regulasi emosi, karakter, serta rasa percaya diri.
“Tugas orang tua bukan mempercepat semua proses, melainkan hadir untuk membersamai, memberikan stimulasi yang tepat, dan menciptakan lingkungan yang aman agar anak bertumbuh sesuai potensinya,” jelas Enggar.
Sebagai seorang terapis wicara, ia juga menekankan krusialnya komunikasi positif di dalam rumah. Anak yang terbiasa didengarkan dan dihargai pendapatnya akan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Selain itu, orang tua diimbau peka terhadap tahapan perkembangan bahasa anak agar dapat memberikan penanganan dini jika ditemukan hambatan.
Antusiasme Sesi Diskusi dan Harapan Masa Depan
Suasana acara berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Para orang tua tampak antusias berkonsultasi mengenai berbagai tantangan pengasuhan di era digital, mulai dari manajemen penggunaan gawai, strategi membangun kebiasaan belajar, hingga penanaman motivasi diri pada anak.
Melalui agenda Parenting & Sharing ini, SD Muhammadiyah 17 Surabaya berharap kemitraan dengan wali murid terjalin kian harmonis. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan holistik—sejalan dengan visi Q Talent School untuk mencetak generasi yang mampu Dream, Believe, Achieve melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. (Agung/yupan)






