Surabaya, wartapoint – Universitas Terbuka (UT) Surabaya turut ambil bagian dalam Festival Riset dan Inovasi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, industri, dan masyarakat tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi yang siap dihilirisasikan guna memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berlokasi di Stand Nomor 58, Tim Riset Universitas Terbuka Surabaya mengangkat tema pemanfaatan tanaman lokal dan gulma menjadi produk inovatif yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Berbagai produk hasil penelitian mahasiswa dan dosen dipamerkan sebagai bukti nyata bahwa riset dapat dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif.
Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah Glapico Oil, minyak herbal berbahan dasar daun gamal (Gliricidia sepium). Tanaman yang selama ini dikenal sebagai pohon peneduh dan pakan ternak tersebut berhasil diolah menjadi minyak herbal untuk perawatan kulit yang juga memiliki fungsi sebagai anti-repellent alami. Menariknya, di kawasan Kebun Raya Mangrove yang identik dengan banyaknya nyamuk, Tim UT Surabaya menyediakan tester Glapico Oil sehingga para pengunjung dapat langsung mencoba manfaatnya sebagai pelindung dari gangguan nyamuk selama mengikuti rangkaian festival.
Selain itu, pengunjung juga diperkenalkan dengan MEICA Cream, krim herbal berbahan dasar daun sembung rambat (Mikania micrantha). Tanaman yang selama ini lebih dikenal sebagai gulma ternyata memiliki potensi sebagai bahan alami untuk membantu menjaga kesehatan kulit. Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana tumbuhan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Tidak hanya produk perawatan luar, Tim UT Surabaya juga menghadirkan inovasi pangan fungsional berupa Centa Candy, permen jelly berbahan dasar daun pegagan (Centella asiatica), serta Centa Tea, teh herbal berbahan pegagan. Produk tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, khususnya siswa-siswi SD dan SMP yang hadir dalam festival. Bentuk permen yang menarik serta cita rasa yang segar membuat Centa Candy banyak diminati. Pegagan sendiri dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki manfaat dalam mendukung fungsi kognitif dan kesehatan otak.
Seluruh inovasi tersebut merupakan hasil penelitian mahasiswa penerima Pendanaan LPPM Universitas Terbuka Tahun 2025 yang dibina oleh Dr. Milawati, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, mahasiswa perlu didorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya selalu mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada penelitian di atas kertas. Hasil riset harus mampu memberikan solusi bagi masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai. Festival seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melatih keberanian mahasiswa memperkenalkan inovasinya kepada publik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
“Mahasiswa Universitas Terbuka memiliki potensi yang sama besarnya dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Yang membedakan adalah kemauan untuk terus belajar, berkarya, dan membuktikan kemampuan melalui inovasi,” tambahnya.
Tim riset yang telah melakukan persiapan sejak pukul 06.00 WIB terdiri atas Dede Aldi Dewanata selaku perwakilan Ormawa UT Surabaya, Henny Qurota’Ayun dan Erni Sulika dari Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, serta didampingi oleh Dr. Erlambang Budi Darmanto, S.T., M.M. bersama dosen senior Universitas Terbuka Surabaya.
Dr. Erlambang menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini merupakan sarana penting untuk mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat.
“Riset yang baik tidak berhenti pada publikasi, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Produk-produk yang ditampilkan Tim UT Surabaya merupakan contoh bagaimana potensi hayati lokal dapat diolah menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami berharap inovasi mahasiswa ini terus berkembang melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu menjadi bagian dari hilirisasi hasil riset Universitas Terbuka,” lanjut Erlambang.
Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Prof. Dr. Suparti, M.Pd., turut mengunjungi Stand Nomor 58 untuk memberikan dukungan kepada tim mahasiswa. Beliau mengapresiasi semangat mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi hayati Indonesia.
Dalam kunjungannya, Prof. Suparti menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam festival ini membuktikan bahwa Universitas Terbuka tidak hanya unggul dalam sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, tetapi juga aktif dalam menghasilkan riset dan inovasi.
“Saya bangga melihat mahasiswa Universitas Terbuka mampu menghadirkan inovasi yang lahir dari hasil penelitian dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Produk-produk yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa mahasiswa UT tidak hanya belajar secara mandiri, tetapi juga mampu berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang berpotensi untuk dikembangkan lebih luas,” tutur Suparti.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa budaya riset akan terus menjadi salah satu kekuatan Universitas Terbuka.
“Keikutsertaan dalam Festival Riset dan Inovasi ini menjadi bukti bahwa Universitas Terbuka terus mendorong budaya riset, kreativitas, dan hilirisasi hasil penelitian sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Keikutsertaan Universitas Terbuka Surabaya pada Festival Riset dan Inovasi BRIDA Kota Surabaya diharapkan semakin memperluas jejaring kolaborasi, memperkenalkan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat, sekaligus menepis anggapan bahwa Universitas Terbuka hanya berfokus pada pembelajaran daring. Melalui karya-karya inovatif mahasiswa dan dosennya, UT Surabaya menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan riset, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat
(Henny Qurota’ayun)






