Siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya Panen Hasil Belajar Gaya Hidup Berkelanjutan dari Rooftop Sekolah

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pemandangan berbeda terlihat di rooftop Hall Al Insyirah SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada Jumat (7/8/2026). Wajah-wajah penuh antusiasme menghiasi riuhnya keceriaan siswa kelas 3 saat menyaksikan tanaman yang mereka rawat sejak beberapa bulan lalu mulai menunjukkan hasil. Tanaman tomat tampak berbuah lebat dengan beberapa di antaranya mulai memerah, berjejer rapi di samping tanaman terong dan jahe yang tumbuh subur.

​Momen panen ini menjadi bukti nyata kesuksesan para siswa dalam menjalankan rangkaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Gaya Hidup Berkelanjutan. Bagi para murid, agenda ini bukan sekadar aktivitas menanam biasa, melainkan media pembelajaran interaktif untuk merawat kehidupan dan memelihara lingkungan lewat tindakan nyata.

​Rangkaian projek ini telah dimulai sejak Juni 2026, ketika para siswa masih berada di jenjang kelas 2 semester genap. Pembelajaran diawali dengan pengenalan alat, bahan, hingga tata cara menanam yang baik. Setelah memahami teorinya, para siswa langsung mempraktikkannya dengan menanam bibit tomat, terong, dan jahe di area rooftop sekolah.

​Proses tak berhenti di situ. Secara konsisten, para siswa merawat tanaman mereka secara berkala. Mereka membagi tugas untuk menyiram, mengamati perkembangan fisik tanaman, hingga memastikan kondisi media tanam tetap subur. Melalui rutinitas ini, siswa diajak memahami bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dibutuhkan perhatian, kesabaran, serta rasa tanggung jawab.

​Puncak dari usaha tersebut terasa saat masa panen tiba pada 7 Agustus 2026. Salah satu siswa, Hannan, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat buah dari kerja keras mereka selama ini.

​“Saya senang melihat tanaman yang kami rawat akhirnya berbuah. Dari awal kami menanam dan merawatnya, sekarang bisa melihat hasilnya,” ujar Hannan dengan penuh bangga.

Menanam Karakter dan Kepedulian Sejak Dini

​Melalui tema Gaya Hidup Berkelanjutan, konsep pemeliharaan lingkungan yang semula abstrak bagi anak-anak menjadi lebih mudah dipahami melalui praktik langsung. Dari ruang terbuka rooftop, siswa belajar bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memanfaatkan lahan kosong, merawat tanaman, hingga menggunakan air secara bijak.

​Lebih dari sekadar ilmu pertanian dasar, kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter:

  • Gotong Royong: Terbangun saat bekerja sama dalam proses penanaman dan perawatan.
  • Tanggung Jawab & Kesabaran: Diasah lewat rutinitas menyiram dan menunggu tanaman tumbuh hingga berbuah.
  • Rasa Syukur: Tumbuh ketika menyaksikan dan menikmati hasil panen.

​Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ach. Barizi, M.Pd., menyampaikan harapannya agar nilai-nilai dalam projek P5 ini dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

​“Kami berharap melalui projek ini anak-anak tidak hanya memahami konsep gaya hidup berkelanjutan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan sederhana dan pengalaman nyata,” ungkap Ach. Barizi.

​Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi efektif tidak selalu terbatas di dalam ruang kelas. Melalui sebidang lahan di rooftop Hall Al Insyirah, SD Muhammadiyah 18 Surabaya berhasil membuktikan bahwa yang tumbuh hari ini bukan hanya tanaman tomat, terong, dan jahe—melainkan juga karakter, kepedulian, dan kesadaran generasi muda untuk masa depan bumi yang berkelanjutan. (Desy/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article