
Surabaya, wartapoint – Suasana lantai 1 SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya tampak berbeda dari biasanya pada Jumat (14/8/2026) siang. Puluhan siswa tampak berbaris rapi dengan raut wajah berbaur tegang saat menanti panggilan di depan ruang screening. Hari itu, mereka berlaga dalam proses seleksi calon pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids M26.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi berorganisasi sejak dua tahun lalu ini disambut antusias oleh para murid. Tercatat sebanyak 50 siswa mendaftarkan diri untuk mengikuti tahapan tes wawancara dan uji kompetensi.
Koordinator IPM Kids M26, Isham Taufiqi, menjelaskan bahwa rangkaian tahapan seleksi dirancang untuk mengukur kesiapan dasar para calon pengurus.
” Screening ini bertujuan untuk memetakan kemampuan dan perkembangan calon anggota, baik bagi pendaftar baru maupun anggota lama yang ingin melanjutkan kepengurusan. Materi tes mencakup pemetaan kemampuan mengaji, pengujian motivasi, hingga komitmen dalam berorganisasi,” papar Isham.
Langkah pembiasaan organisasi sejak dini ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Ririn Novianti, menegaskan bahwa wadah ini sangat krusial dalam membentuk fondasi karakter anak.
”IPM Kids M26 menjadi laboratorium kepemimpinan awal bagi anak-anak. Kami ingin menanamkan jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta keberanian berpendapat sejak tingkat sekolah dasar. Melalui proses seleksi yang ketat namun mendidik ini, kami berharap lahir kader-kader muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan bagi teman-temannya,” ujar Ririn saat memantau jalannya tes.
Di area tunggu, nuansa tegang bersanding erat dengan semangat membara dari para peserta. Granada, siswa kelas 6 yang kembali mendaftar, mengaku terdorong untuk melanjutkannya demi memperdalam pengalaman kepemimpinannya. Sementara itu, Caca, murid kelas 4 yang baru pertama kali mendaftar, tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
”Aku ingin bergabung karena seru melihat kegiatan kakak-kakak kelas selama ini. Aku mau belajar banyak hal baru di IPM,” tutur Caca riang.
Pengalaman mendebarkan turut dirasakan oleh Habibi. Meski sempat cemas saat menunggu antrean, ia berhasil melaluinya dengan baik.
”Jantungku rasanya berdegup kencang saat menunggu dipanggil. Tapi begitu masuk dan menjawab pertanyaan tes mengaji serta wawancara motivasi, aku berusaha jawab dengan yakin. Semoga aku bisa lolos dan jadi bagian dari pengurus IPM Kids periode ini,” ungkap Habibi jujur usai keluar dari ruang screening.
Melalui penyelenggaraan seleksi ini, SD Muhammadiyah 26 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi unggul—tidak hanya matang secara akademis, tetapi juga tangguh dalam berorganisasi dan bersosialisasi. (Tina/Novi/yupan)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah #sekolahmuhammadiyah





