
Surabaya, wartapoint — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Senin (17/8/2026), tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Di tengah khidmatnya upacara bendera, sekolah juga mengajak siswa menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pesan kemanusiaan tersebut disampaikan Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., saat menjadi pembina upacara. Di hadapan seluruh peserta, Ely mengajak siswa tidak hanya mendoakan korban bencana, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu meringankan beban mereka.
“Kita doakan kepada saudara kita yang mendapatkan musibah di NTT agar kuat menerima musibah dan tawakal,” ujar Ely.
Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Doa menjadi bagian penting, tetapi solidaritas juga dapat ditunjukkan melalui bantuan sesuai kemampuan.
“Kita tidak cukup doa saja, tapi kita juga harus ikut bagian dalam membantu meringankan beban saudara kita,” imbuhnya.
Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penggalangan dana yang dilakukan setelah upacara. Para siswa dan warga sekolah diberikan ruang untuk berpartisipasi memberikan donasi bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di NTT.
Bagi SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya sebutan akrab sekolah, aksi tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa tidak hanya belajar tentang nasionalisme melalui upacara dan penghormatan terhadap bendera Merah Putih, tetapi juga diajak memahami bahwa semangat kemerdekaan memiliki dimensi kemanusiaan.
Kepedulian terhadap korban bencana menjadi pembelajaran bahwa kemerdekaan juga dapat diisi dengan sikap saling membantu, berbagi, dan menunjukkan empati kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Donasi Disalurkan melalui Lazismu
Humas SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul tidak akan disalurkan secara langsung oleh sekolah kepada penerima manfaat. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui lembaga yang telah ditentukan.
“Donasi bencana NTT akan disalurkan melalui Lazismu PDM Kota Surabaya,” kata Agus.
Penyaluran melalui Lazismu PDM Kota Surabaya diharapkan membuat bantuan dari warga sekolah dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan secara lebih terarah.
Aksi solidaritas tersebut sekaligus memperkuat pesan yang disampaikan Ely dalam upacara bahwa menjadi bagian dari masyarakat berarti memiliki kepedulian terhadap kondisi orang lain.
Kemerdekaan dan Kepedulian
Selain mengajak siswa peduli terhadap korban bencana, Ely juga mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan berbagai kegiatan positif.
“Rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 mulai awal bulan Agustus, diawali dengan kegiatan lomba yang diikuti oleh seluruh siswa dan ustadz-ustadzah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk menanamkan semangat perjuangan kepada siswa.
“Kegiatan positif ini untuk mengingatkan kita semua agar gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.
Pesan kepedulian terhadap NTT pun menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat tersebut. Siswa diajak memahami bahwa perjuangan pada masa kini dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kesediaan membantu sesama.
Momentum tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelantikan pengurus IPM KIDS atau Student Lighthouse Team (SLhT). Kehadiran para pemimpin muda di lingkungan sekolah diharapkan semakin memperkuat budaya peduli dan bertanggung jawab.
Melalui doa dan penggalangan dana untuk korban bencana NTT, SD Muhammadiyah 16 Surabaya menempatkan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Upacara menjadi ruang pembelajaran bahwa nilai kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: peduli, berbagi, dan hadir untuk sesama yang sedang membutuhkan.
(Ahmad Mahmudi)
#beritanusantara #indonesia #jawatimur #surabaya #sekolah





