
Surabaya, wartapoint — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberangkatkan bantuan logistik, personel evakuasi, hingga tim medis untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirimkan secara bertahap melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju sejumlah wilayah terdampak, seperti Ende dan Labuan Bajo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud kegotongroyongan antarwilayah serta bentuk dukungan moral bagi masyarakat terdampak. Pemprov Jatim memosisikan diri sebagai supporting team dan supporting system untuk memperkuat penanganan darurat tanpa membebani pemerintah daerah setempat.
”Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujar Khofifah saat meninjau pemberangkatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026) malam.
Rincian Pengiriman Bantuan Bertahap
Proses penyaluran bantuan dan pengerahan personel dari Jawa Timur dilakukan dalam beberapa tahapan:
- 16 Agustus 2026: Pemberangkatan tahap awal sebanyak tujuh personel evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
- 17 Agustus 2026 (Dini Hari): Pengiriman 8,4 ton logistik tahap awal menuju Ende.
- 17 Agustus 2026: Pemberangkatan enam dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan di lapangan, berkoordinasi dengan Rumah Sakit Darurat Kementerian Kesehatan dan RS rujukan setempat.
- Pengiriman Susulan: Pengiriman logistik lanjutan sebesar 64,4 ton menggunakan kapal laut menuju Labuan Bajo.
Bantuan logistik seberat 64,4 ton tersebut terkumpul dari aksi gotong royong 64 lembaga dan instansi, yang meliputi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), program Corporate Social Responsibility (CSR), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, hingga RSUD/BLUD. Pemprov Jatim menargetkan total bantuan yang dikirimkan ke NTT dapat mencapai 100 ton.
Jenis Bantuan dan Layanan Pemulihan
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai barang kebutuhan pokok dan layanan pendukung, antara lain:
- Logistik & Pangan: Makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus anak-anak dan perempuan.
- Layanan Kesehatan: Obat-obatan yang disesuaikan dengan identifikasi kebutuhan tim medis di lapangan, didukung tambahan tenaga kesehatan dari 14 RSUD milik Pemprov Jatim.
- Dukungan Psikososial & Logistik Lapangan: Tim trauma healing dan trauma counseling dari Dinas Sosial dan BPBD Jatim, beserta fasilitas dapur umum lapangan.
Komitmen Mendampingi Hingga Masa Pemulihan
Gubernur Khofifah dijadwalkan meninjau langsung kondisi penanganan bencana di NTT bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jatim selaku Kepala BPBD dan Kepala Pelaksana BPBD Jatim. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga di lokasi terdampak.
”Pemprov Jatim berkomitmen mendampingi NTT sampai masa pemulihan,” tegas Khofifah. (Armand/yupan)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #sosial





