PELNI Bebaskan Tarif Pengiriman Bantuan Korban Gempa NTT dari Surabaya

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan fasilitas pengiriman gratis bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah, mengonfirmasi bahwa program berupa diskon tarif 100 persen untuk muatan kapal penumpang PELNI ini difasilitasi langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

​”Program ini berbentuk diskon 100 persen untuk tarif muatan kapal penumpang PELNI. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang hendak mengirimkan bantuan logistik menggunakan armada kapal kami,” kata Roni.

Posko Bersama Bantuan Bencana

​Melihat tingginya antusiasme warga Jawa Timur dalam membantu warga terdampak bencana, PELNI berkolaborasi dengan PT Pelindo dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mendirikan posko bersama. Posko pengumpulan bantuan yang berlokasi di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ini telah beroperasi sejak 16 Agustus 2026.

​Posko tersebut menjadi titik pusat penerimaan dan pendataan bantuan barang dari masyarakat, instansi pemerintah, maupun lembaga swasta sebelum diangkut menuju lokasi terdampak.

​”Antusias masyarakat Jawa Timur cukup luar biasa. Kami bersama Pelindo dan KSOP menginisiasi posko ini untuk memudahkan proses penyaluran. Posko akan terus dibuka sampai kondisi di wilayah terdampak dinilai aman dan kebutuhan logistik tidak lagi mendesak,” ujar Roni.

Jadwal Keberangkatan dan Pendistribusian

​Untuk pengiriman tahap berikutnya, PELNI menyiapkan kapal KM Tidar yang dijadwalkan bertolak dari Surabaya pada 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB. Kapal tersebut melayani rute pelayaran Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Maumere.

​Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat mendatangi Posko Bersama Terminal Gapura Surya sebelum tanggal keberangkatan armada. Roni menambahkan, program diskon 100 persen ini belum dibatasi oleh tenggat waktu tertentu.

​”Kami masih menunggu arahan dan pemberitahuan selanjutnya dari pemerintah serta manajemen pusat PELNI terkait batas akhir program gratis ini,” jelasnya.

​Sebelumnya, KM Tidar telah memberangkatkan gelombang pertama bantuan dari Surabaya pada 16 Agustus 2026 dan tiba di Maumere pada 19 Agustus 2026. Logistik yang dikirim meliputi kebutuhan pokok dan bahan pangan harian.

​Setibanya di Maumere, seluruh muatan diserahterimakan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk didistribusikan ke titik-titik pengungsian.

​”Pada pengiriman pertama, sebanyak hampir 300 koli bantuan dari Surabaya berhasil disalurkan lewat KM Tidar. Jumlah ini belum termasuk bantuan yang diangkut dari titik singgah lain seperti Makassar dan Bau-Bau,” pungkas Roni. (Armand)

#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #pelni

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article