Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya Gelar Penyuluhan Manajemen Keuangan dan Digital Marketing di Sidoarjo

Must read

- Advertisement -

Sidoarjo, wartapoint – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi warga, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE YAPAN Surabaya menggelar penyuluhan manajemen keuangan dan pemanfaatan media sosial bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini berlangsung interaktif di Balai Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

​Diikuti sebanyak 19 pelaku UMKM setempat, penyuluhan dikemas dalam suasana santai dan komunikatif agar peserta leluasa berdiskusi serta menyampaikan kendala bisnis yang dihadapi sehari-hari.

​Koordinator KKN, Yuntiani, menjelaskan bahwa program kerja ini diusung karena masih banyak pelaku usaha lokal yang belum terbiasa mencatat pembukuan secara rutin maupun memanfaatkan platform digital untuk pemasaran.

​”Kami berharap materi yang disampaikan bisa langsung dipraktikkan. Tidak perlu langsung membuat sesuatu yang rumit; yang penting konsisten mulai mencatat keuangan dan berani mencoba media sosial untuk mengenalkan produk,” ujar Yuntiani.

Pentingnya Pemisahan Kas dan Pembukuan Sederhana

​Sesi pertama berfokus pada pentingnya edukasi finansial. Mahasiswa KKN membimbing peserta untuk memahami cara dasar pencatatan arus kas—mulai dari mendokumentasikan modal, penerimaan harian, hingga pengeluaran operasional.

​Penekanan utama diberikan pada pentingnya memisahkan uang hasil usaha dengan keuangan pribadi agar pelaku UMKM dapat menghitung keuntungan bersih secara akurat dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Optimalisasi Media Sosial untuk Promosi Produk

​Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pengenalan serta pemanfaatan media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Mahasiswa mengedukasi peserta bahwa platform digital bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media efektif untuk menjangkau calon pembeli secara luas.

​Peserta diajarkan teknik praktis mengambil foto dan video produk yang menarik menggunakan perangkat sederhana, hingga strategi penyusunan konten pemasaran.

​Samsul, salah satu pelaku UMKM peserta penyuluhan, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan.

​”Kami mendapat banyak arahan mengenai ide konten, seperti menampilkan produk, proses pembuatan, cara pengemasan, penentuan harga, hingga pencantuman informasi pemesanan yang jelas,” ungkap Samsul.

​Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIE YAPAN Surabaya berharap para pelaku UMKM Desa Kemantren dapat menerapkan pembukuan yang tertata dan mandiri bertransformasi secara digital, sehingga usaha yang dijalankan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (Sigit/yupan)

#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #stieyapan

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article