
Sidoarjo, wartapoint – Musibah keracunan makanan yang menimpa 516 santri dan pelajar di wilayah Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026) malam menjadi perhatian serius berbagai pihak. Para korban yang berasal dari beberapa lembaga pendidikan, termasuk Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, langsung dilarikan ke 8 rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Sinergi Armada Kemanusiaan Muhammadiyah
Merespons musibah tersebut, Persyarikatan Muhammadiyah bergerak cepat dengan mengerahkan armada ambulans lintas unit serta menyiagakan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah (RSMA) di wilayah Sidoarjo.
Empat unit armada ambulans yang diterjunkan langsung ke lokasi kejadian meliputi:
- Ambulans LAZISMU Kantor Perwakilan (KP) Jawa Timur
- Ambulans Komunitas Layanan Lingkungan (KLL) PCM Tanggulangin
- Ambulans RSA Siti Fatimah Tulangan
- Ambulans RS Siti Khodijah Sepanjang
Layanan Darurat Berlangsung Hingga Pagi
Pengemudi Ambulans KLL Tanggulangin, Nashir, mengungkapkan bahwa permintaan bantuan evakuasi mulai melonjak sejak Selasa sore sekitar pukul 16.30 WIB melalui panggilan rekan sejawat sesama relawan ambulans.
”Waktu itu saya sedang mengantar pasien lain, tiba-tiba panggilan masuk bertubi-tubi menginformasikan ada ratusan siswa dan santri yang harus segera dievakuasi ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dan beberapa rumah sakit swasta,” ujar Nashir saat dikonfirmasi media LAZISMU Jatim, Selasa malam (1/9/2026).
Nashir yang malam itu memegang armada Ambulans LAZISMU KP Jatim—menggantikan pengemudi utama yang bertugas di NTT—bersama rekannya di Ambulans KLL Tanggulangin bekerja tanpa henti hingga Rabu pagi. Dari hasil akumulasi pergerakan empat armada Muhammadiyah tersebut, tercatat lebih dari 60 santri dan pelajar berhasil dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
Komitmen Pelayanan Tanpa Batas
Aksi tanggap darurat ini menjadi bukti komitmen relawan kemanusiaan Muhammadiyah dalam merespons kondisi krisis di tengah masyarakat.
”Sebagai driver ambulans lembaga sosial, kami harus selalu siap dalam kondisi apa pun untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan darurat. Tugas kemanusiaan ini sudah menjadi kewajiban kami selaku kader dan aktivis Muhammadiyah,” tegas Nashir. (Adityo/yupan)
#beritanasional #bencananasional #lazismu #sosial #indonesia #jawatimur





