
Ponorogo, wartapoint – Dunia fashion dan modeling di Kabupaten Ponorogo terus melahirkan talenta muda berbakat. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Mahila, sosok belia yang secara konsisten mengukir prestasi melalui berbagai ajang fashion show, modeling, hingga foto model.
Ketertarikan dan keberanian Mahila dalam memperagakan busana di panggung maupun berpose di depan kamera tak lepas dari proses pembinaan di LS Model Ponorogo. Di lembaga tersebut, ia tidak hanya mengasah teknik catwalk, tetapi juga dibekali kemampuan public speaking dan teknik foto model.
Melalui kelas catwalk, Mahila dilatih menguasai gestur tubuh, ekspresi, hingga pembawaan busana yang tepat. Kemampuan komunikasinya dibentuk lewat kelas public speaking, sementara kepercayaan dirinya di depan lensa terus dipoles dalam sesi foto model.
Hasil dari proses latihan disiplin tersebut terbukti lewat sederet piala yang berhasil ia boyong dari pelbagai kompetisi:
- Juara 1: Fashion Show Seni & Kreasi Anak SD Immersion
- Juara 1: Fotogenic Kreativitas Anak Bangsa
- Juara 2: Top Model dalam Festival Anak Berbakat & Berprestasi
- Juara 2: Modelling Putri pada VIOLIN National Art Talent Competition
- Juara 2: Foto Gaya ajang Ponorogo Cultural Association (PCA)
- Gelar Terbaru: Favorite Mini Wajah Wastra Jatim 2026 sekaligus Runner Up 2 Wajah Wastra Mini Jatim pada ajang Wajah Wastra Jatim 2026
”Saya senang bisa ikut berbagai lomba modeling. Dari setiap lomba saya bisa belajar hal baru, bertemu teman-teman, dan menjadi lebih berani tampil di depan banyak orang. Saya ingin terus belajar dan mendapatkan prestasi yang lebih banyak lagi,” ungkap Mahila.
Bagi Mahila, modeling bukan sekadar tentang penampilan luar di atas panggung. Setiap latihan dan ajang perlombaan menjadi sarana pembentukan karakter, mulai dari kedisiplinan, etika, hingga keberanian berkomunikasi.
Perkembangan bakat Mahila juga ditopang oleh dukungan penuh dari pihak keluarga serta lingkungan belajar yang kondusif. Dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi Mahila untuk melangkah lebih jauh.
”Saya ingin terus belajar modeling, ikut lomba lagi, dan membuat orang tua bangga. Saya juga ingin suatu saat bisa tampil di lebih banyak acara dan membawa nama Ponorogo,” pungkasnya.
Pencapaian Mahila menjadi bukti bahwa talenta anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas. Dengan pembinaan yang terarah dan semangat belajar yang konsisten, ia diharapkan dapat terus menorehkan prestasi membanggakan di industri fashion tanah air. (Armand)
#modeling #fashion #beritanasional #indonesia #jawatimur #ponorogo





