Kisah Fehima, Santri Jombang Pembawa Nama Indonesia ke Panggung Tahfiz Internasional di Makkah

Must read

- Advertisement -

Jombang, wartapoint – Tekun, sabar, dan tak pantang menyerah. Tiga kata tersebut menggambarkan perjalanan Fehima Najaha Asy Syarifah, santriwati asal Mojokerto yang sukses mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Gadis yang akrab disapa Femi ini berhasil meraih Juara 5 Cabang Tahfiz Al-Qur’an 15 Juz Putri pada ajang bergengsi Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz ke-46 di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (6–20 Agustus 2026).

​Pencapaian ini menorehkan sejarah tersendiri. Pasalnya, tahun 2026 menjadi kali pertama Kerajaan Arab Saudi membuka kompetisi internasional tersebut untuk peserta perempuan. Femi harus bersaing ketat dengan para peserta dari 133 negara.

​”Masyaallah, dulu saya tidak membayangkan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang saya hafalkan menjadi pintu masuk saya ke musabaqah internasional di Arab Saudi,” ujar mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang tersebut dengan penuh haru, Kamis (3/9/2026).

Fondasi Keluarga dan Pengalaman Menggembleng

​Cinta Al-Qur’an telah mengalir kuat di keluarga Femi. Ibundanya, Kamilatud Diniyah, merupakan seorang penghafal Al-Qur’an sekaligus Penyuluh Agama Islam di Kota Mojokerto yang baru saja meraih Juara Harapan 2 Cabang Hifzh Al-Qur’an Surah An-Nisa pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional di Sulawesi Selatan. Sang ayah pun turut memegang hafalan Al-Qur’an.

​Perjalanan hafalan Femi dimulai sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Juz 30. Namun, jalannya tak selalu mulus. Ia sempat beberapa kali gagal meraih juara saat mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur cabang 1 Juz Tilawah dan MHQ 10 Juz.

​Dari kegagalan itu, Femi belajar bahwa menjadi hafizah bukan sekadar mengejar piala, melainkan merawat kesabaran, melatih kedisiplinan, dan terus menjaga hafalan.

Menempa Diri di Pesantren hingga Puncak Prestasi

​Arah perjalanan Femi makin mantap saat ia nyantri di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Jombang, serta mengenyam pendidikan di MTs dan MA Perguruan Muallimat (MAPM) Qur’ani. Di sana, ia mengulang kembali setorannya dari awal hingga berhasil khatam Al-Qur’an bil gaib pada tahun 2022 dan dinobatkan sebagai Wisudawan Tahfiz Terbaik.

​Sejak saat itu, deretan prestasi tingkat daerah dan nasional terus diraihnya:

  • 2023: Juara 1 MTQ Jawa Timur di Pasuruan (MHQ 20 Juz) & Juara 3 STQHN di Jambi (MHQ 20 Juz Putri).
  • 2025: Juara 1 STQHN di Kendari (MHQ 20 Juz Putri).
  • 2026: Juara 5 Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz di Makkah, Arab Saudi (MHQ 15 Juz Putri).

​Uniknya, raihan prestasi tersebut membawa keberkahan tersendiri. Berkat hadiah kejuaraan, Femi ditakdirkan menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah hingga tiga kali.

Tantangan Selanjutnya: MTQ Nasional XXXI

​Panggung internasional di Makkah bukanlah akhir perjalanan. Femi telah bersiap kembali membawa nama baik Jawa Timur pada ajang MTQ Nasional XXXI di Semarang yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026 untuk cabang MHQ 30 Juz.

​”Mohon doanya, semoga saya berhasil mengharumkan kembali nama Jawa Timur dan Jawa Timur dapat menjadi juara umum. Allahumma amin,” pungkasnya. (Armand/yupan)

#jombang #mtqnasional #beritanasional #indonesia #jawatimur

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article