MIM 25 Surabaya Gelar Tasmi’ Juz 29–30: Latih Keberanian dan Perkuat Istiqamah Murajaah

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Suasana khidmat menyelimuti Rumah Tahfidz MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya pada Kamis malam (24/9/2026). Selepas salat Maghrib, para peserta program Baitul Huffadz bersiap dengan Al-Qur’an di pangkuan masing-masing untuk mengikuti kegiatan rutin bulanan Tasmi’ Al-Qur’an Juz 29 dan 30.

​Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00–20.30 WIB ini diselenggarakan sebagai wadah murajaah (mengulang hafalan) sekaligus ajang melatih keberanian serta kedisiplinan para santri dalam melantunkan ayat suci di hadapan ustadzah dan teman-temannya.

​Pada kesempatan kali ini, tiga peserta—Aisyah Alikha Putri, Safira Hasna Majidah, dan Muhammad Hakim Wijaya—mendapat giliran untuk melantunkan hafalan Juz 29 dan 30 secara bergantian, sementara peserta lainnya menyimak dengan saksama.

​Menumbuhkan Mental dan Tanggung Jawab Hafalan

​Bagi para santri, agenda tasmi’ menghadirkan dinamika perasaan yang beragam—mulai dari antusiasme, rasa gugup, hingga dorongan semangat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

​Emir, salah satu peserta, mengutarakan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam agenda ini. Ia mengaku terpacu untuk terus mengulang hafalannya agar lebih siap ketika mendapat giliran tampil.

“Saya senang ikut tasmi’. Sebelum tampil saya mau mengulang hafalan dulu supaya lebih lancar. Saya juga bersiap kalau nanti mendapat giliran tampil di depan,” ujar Emir.

​Proses inilah yang menjadi fokus utama pembinaan Baitul Huffadz MIM 25. Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengejar setoran juz, melainkan membentuk karakter anak agar lebih berani, fokus, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap hafalan yang telah didapat.

​Pihak pengelola menegaskan bahwa menjaga hafalan jauh lebih utama daripada sekadar menambahnya. Istiqamah dalam murajaah secara konsisten, meski sedikit demi sedikit, merupakan kunci utama agar hafalan melekat dengan kuat.

​Dukungan Madrasah dalam Membentuk Generasi Qur’ani

​Dukungan penuh turut disampaikan oleh Wakil Kepala MIM 25 Surabaya, Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam perjalanan panjang anak-anak menghafal Al-Qur’an.

​”Kami selalu mendukung kegiatan Baitul Huffadz karena anak-anak tidak hanya belajar menghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar disiplin, sabar, istiqamah, dan bertanggung jawab. Semoga hafalan yang mereka jaga tidak hanya kuat di lisan, tetapi juga membentuk akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ustadz Aksar.

​Ia juga menambahkan bahwa motivasi dan pendampingan dari guru maupun orang tua sangat mendasar, terutama ketika santri menemui ayat-ayat yang sulit atau mengalami penurunan semangat dalam menjaga hafalannya.

​Kegiatan malam itu menjadi ruang belajar yang sederhana namun sarat makna. Melalui program Baitul Huffadz, MIM 25 Surabaya berkomitmen untuk terus menanamkan kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari. Tujuan akhirnya tidak hanya melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi yang beradab dan istiqamah mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article