Edukasi Adab dan Esensi Ziarah Kubur, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya Gelar Ujian Praktik Langsung di Pemakaman

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Ziarah kubur telah menjadi tradisi yang melekat kuat di tengah masyarakat. Namun, pemahaman mendalam mengenai esensi serta tata cara yang sesuai dengan tuntunan syariat perlu terus ditanamkan. Berangkat dari latar belakang tersebut, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar agenda Ujian Praktik yang berlokasi langsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bulak Banteng Bandarrejo, Rabu (30/9).

​Kegiatan yang diikuti para siswa dengan khidmat ini menghadirkan Ustadz Heri Agung sebagai narasumber. Dalam paparannya yang bertajuk “Adab dalam Ziarah Kubur”, ia menegaskan bahwa ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sarana spiritual yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam.

​Ustadz Heri menjelaskan bahwa fungsi utama dari ziarah kubur adalah sebagai sarana pengingat kematian (dzikrul maut). Dengan melihat langsung tempat peristirahatan terakhir, setiap Muslim diharapkan sadar akan sifat dunia yang sementara sehingga terdorong untuk senantiasa memperbanyak amal saleh.

​Lebih lanjut, ia memaparkan pembeda antara dua golongan umat Islam dalam menyikapi kebenaran. Golongan pertama adalah orang munafik, yakni mereka yang lahir dari orang tua Muslim dan mengetahui kebenaran, namun tidak mampu mengamalkan kebaikan dan justru cenderung melakukan perbuatan yang mengarah pada kekufuran. Golongan ini biasanya menutup diri dari majelis ilmu. Sementara golongan kedua adalah orang mukmin, yaitu sosok yang senantiasa menyandarkan segala urusan dan selalu ingat kepada Allah SWT.

​“Berkunjung ke pemakaman mampu melunakkan hati yang keras dan mengurangi kecintaan berlebihan terhadap materi duniawi. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, ziarah dapat meneteskan air mata dan mengingatkan kita akan akhirat,” ujar Ustadz Heri.

​Selain memberikan doa sebagai hadiah terbaik bagi almarhum, ia juga menekankan pentingnya menjaga adab selama berada di pemakaman, di antaranya:

  • ​Mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman.
  • ​Dilarang menduduki makam atau batu nisan.
  • ​Menjauhi segala bentuk praktik kemusyrikan, seperti meminta-minta kepada ahli kubur.
  • ​Berdoa dengan menghadap ke arah kiblat.

​Dalam kesempatan yang sama, Adib Adab, S.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi para siswa. Melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga bekal tata cara ziarah yang benar.

​”Ilmu yang diperoleh hari ini diharapkan dapat bermanfaat, dipraktikkan secara langsung, serta ditularkan minimal kepada keluarga masing-masing,” pungkasnya.

​(Pradana)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article