Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Pelajari Mitigasi Bencana di BPBD

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Puluhan siswa kelas V Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti edukasi kebencanaan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka program tahunan Kelas Kolaborasi semester ganjil untuk mengenalkan mitigasi bencana sejak dini kepada peserta didik.

​Para siswa dari kelas V Ibnu Sina tersebut hadir didampingi wali kelas Natasyah Dwi Nursyamsi serta mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) PGSD UMSURA angkatan 2023, Denny Pustikasari.

​Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh petugas BPBD Kota Surabaya, Novel, yang memandu jalannya rangkaian kegiatan edukasi dari awal hingga akhir.

​Simulasi dan Edukasi Gempa Bumi

​Kegiatan diawali di gedung aula, di mana siswa menerima materi mengenai potensi bencana alam lokal di wilayah Surabaya, langkah penyelamatan diri saat gempa bumi, hingga pentingnya mempersiapkan Tas Siaga Bencana.

​Guna memperkuat pemahaman teknis, petugas memandu para siswa melakukan praktik penanganan darurat saat terjadi guncangan gempa. Siswa dilatih untuk merunduk dan melindungi kepala menggunakan tas sekolah, memanfaatkan sandaran kursi, hingga berlindung di bawah meja yang kokoh.

​Mengenal Peralatan Operasional dan Posko Darurat

​Usai pembekalan materi indoor, para siswa diajak berkeliling area operasional BPBD untuk mengamati langsung beragam perlengkapan penyelamatan. Beberapa petugas, seperti Chris, Febrianto, dan Ifan, menjelaskan secara bergantian fungsi dari peralatan lapangan yang umum digunakan saat evakuasi.

​Adapun alat-alat yang diperkenalkan meliputi:

  • ​Alat Pelindung Diri (APD) dan pelampung
  • ​Tandu darurat dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
  • ​Motor tempel, tripod bencana, hingga gergaji mesin (chainsaw)

​Rangkaian orientasi berlanjut ke area Posko Bencana. Di tempat ini, siswa melihat persiapan logistik darurat mulai dari ketersediaan kasur lipat, cadangan bahan pangan siap saji, hingga peti inventaris berisi perlengkapan khusus penanganan darurat.

​Edukasi Penanganan Satwa Liar

​Sebagai penutup kegiatan, para petugas memberikan demonstrasi penanganan konflik satwa liar (animal rescue), khususnya penjinakan ular. Ular yang ditampilkan merupakan hasil evakuasi petugas atas laporan masyarakat kawasan Rungkut melalui layanan call center darurat.

​Salah satu peserta, Qoshwa Azhar Al-ghifari, mengaku antusias mengikuti jalannya program Kelas Kolaborasi ini. “Senang sekali bisa belajar tentang cara menghadapi bencana dan melihat langsung alat-alat yang dipakai petugas,” ujarnya.

​Senada dengan Qoshwa, siswa lainnya, Hanifah Almahyra, menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi dirinya. “Seru dan menyenangkan. Banyak hal baru yang saya dapat tentang bencana alam dan kerja petugas di lapangan,” tuturnya.

​(Habib Amrullah)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article