Dosen UMSURA Edukasi Siswa TK ABA 47 tentang Kesehatan Gigi

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Sebanyak 83 siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 47 Kalijudan, Surabaya, mengikuti edukasi kesehatan gigi dan praktik menggosok gigi yang benar, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan lima dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) ini mengajak anak-anak membiasakan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Mengusung tema “Menanamkan Nilai Kebersihan dalam Islam melalui Edukasi dan Praktik Menggosok Gigi yang Benar pada Anak Usia Dini”, kegiatan ini menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung.

Lima dosen yang terlibat adalah Retno Sumara, Sofi Yunianti, Asta Adyani, Waras Budiman, dan Bakhrudin.
Sofi Yunianti menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup bersih yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sekaligus mengenalkan nilai-nilai kebersihan dalam Islam kepada anak sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan dibagi menjadi dua sesi untuk menyesuaikan jumlah peserta. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB dengan melibatkan 40 anak, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 09.30 WIB dan diikuti 43 anak.

Belajar Lewat Gambar dan Praktik
Materi edukasi disampaikan secara interaktif menggunakan presentasi PowerPoint bergambar dan video edukatif. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan gigi, manfaat menggosok gigi, waktu yang tepat untuk melakukannya, serta alat dan langkah-langkah menggosok gigi yang benar.

Retno Sumara mengatakan, metode pembelajaran dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami materi.
“Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan gigi, manfaat menggosok gigi, waktu yang tepat untuk menggosok gigi, serta alat dan langkah-langkah menggosok gigi yang benar,” tuturnya.

Setelah penyampaian materi, tim dosen mendemonstrasikan tahapan menggosok gigi. Anak-anak kemudian diajak mempraktikkan gerakan tersebut secara langsung dengan pendampingan guru dan tim pelaksana.

Asta Adyani menjelaskan, setiap peserta mendapatkan sikat gigi dan pasta gigi untuk menunjang praktik.
“Setiap anak memperoleh sikat gigi dan pasta gigi. Dengan pendampingan guru TK dan tim pelaksana, anak-anak mencoba mempraktikkan cara menggosok gigi sesuai dengan demonstrasi yang telah diberikan,” jelasnya.

Penggunaan gambar, video, dan demonstrasi membuat proses belajar lebih menarik. Anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan, menjawab pertanyaan, serta mencoba menggosok gigi sesuai arahan.
Menurut Sofi, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman anak tentang kebersihan diri.
“Selain memberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, kegiatan ini menghubungkan kebiasaan menjaga kebersihan diri dengan nilai-nilai Islam,” katanya.
Ia menambahkan, anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga kebersihan merupakan perilaku baik yang perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Kampus dan Sekolah
Kepala TK ABA 47 Kalijudan, B. Anik Watini, menyambut kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi pendidikan yang memberikan pengalaman konkret kepada anak-anak.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mengimplementasikan nilai kepedulian, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap edukasi tersebut membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Pendampingan guru turut membantu menjaga kegiatan tetap tertib dan kondusif. Metode pembelajaran yang memadukan gambar, video, demonstrasi, dan praktik dipilih agar sesuai dengan karakteristik anak usia dini, termasuk perbedaan kemampuan mereka dalam memahami dan mengikuti instruksi,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, tim dosen berharap anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta terbiasa menggosok gigi secara teratur.
Pembiasaan tersebut diharapkan berlanjut di sekolah maupun di rumah dengan dukungan guru dan orang tua. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article